Politik dan Pemerintahan

Pimpinan Baru DPRD ‘No Action Talk Only’

Manado – Pimpinan baru DPRD Sulut harus mampu memahami apa kebutuhan masyarakat, mampu mengaplikasikan peran sebagai wakil rakyat jangan hanya pelesir atau hanya buang-buang anggaran ‘wasting money and budget’ apalagi hanya tidur melulu saat hearing maupun rapat komisi baik membahas tentang pemerintahan, ekonomi dan Kesra.

“Jadi mind set yang baru dari Pimpinan DPRD Sulut ditanamkan ke para legislator-legislator yang duduk. Buatlah schedule kegiatan apa yang akan di buat, carilah investor yang menanamkan investasinya, baik itu smart imvestment, long term investment dan saver investement,” jelas Jerry Massie selaku pengamat sosial terkait pandangannya akan pemilihan Pimpinan DPRD Sulut.

Dikatakannya, Pimpinan DPRD Sulut agar memikirkan soal legislasi apa Undang-undang yang harus di revisi dan juga Perda apa yang harus di buat dalam perspektif The Law. Peran dan tugas harus sesuai Tupoksi dan bekerja sesuai Juknis sesuai dengan expert masing-masing. “Jangan hanya one man show atau no action talk only,” kata Massie pada beritamanado.com, Senin (11/8/2014) malam.

Menurut Massie pimpinan DPRD Sulut harus tahu regulasi serta think out the box (berpikiri kreatif), mementingkan partai baik, tapi yang utama, partai bukan menjadi prioritas utama namun kesejahteraan rakyat.

Ketua DPRD Sulut yang baru harus menuntaskan beberapa hal yang terjadi. Menurut Massie itu harus transparan soal anggaran, harus terbuka sesuai UU Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Publik, transaparansi sangat di butuhkan dan harus open management, bukan closed management.

“Yang terpenting apa yang menjadi kebutuhan masyarakat itu yang dijawab, jangan hanya reses turun ke lapangan, jika ada waktu luang sering-sering turun lapangan untuk mendengar keluhan rakyat,” tandas Massie. (robintanauma)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara