Lanjut Taufik Tumbelaka, sisi politik Panglima Imba sangat jelas dengan sejumlah prinsip kuat yang terpatri jelas dalam ungkapan pandangan politiknya dan disitu tampak jelas Panglima Imba sadar sebagai pribadi yang pernah memegang posisi politik penting serta saat ini langkah politiknya (walaupun terkesan irit) namun tetap ditunggu oleh sejumlah pihak.
Sisi pemerintahan yang terungkap juga sanga menarik menarik dimana ternyata Panglima Imba berusaha menempatkan prinsip pembentukan “kabinet kerja” melalui cara yang biasa oleh “orang kampus” disebut kapabilitas dan aksebilitas tanpa kompromi.
Pandangan tentang pembangunan wilayahpun sangat menarik dimana Panglima Imba dengan “fasih” menyampaikan beberapa gagasan yang menimbulkan rasa terkejut.
“Salah satu contohnya dia menginginkan satu zona kecil terpadu antara Pusat Kota Manado atau Taman Kesatuan Bangsa sampai ke Patung Lilin menjadi kawasan khusus untuk publik, dimana di sekitar Patung Lilin ada fasilitas taman terbuka hijau yang luas lengkap dengan perpustakaan,” jelas Taufik Tumbelaka.
Bahkan konsep Patung Lilin dibuat ditengah-tengah anak tangga besar/luas sampai ke tepi laut dengan harapan masyarakat dapat membaca buku dan atau bercengkerama di tangga itu sambil menikmati matahari tenggelam.
“Berbincang santai dengan Panglima Imba selama 3 jam menjadi sangat menarik dan tidak terasa karena dia sangat menghormati lawan bicaranya,” pungkas Taufik Tumbelaka.
Diketahui, Kota Manado menjadi salah satu dari daerah di Sulawesi Utara yang akan mengikuti Pilkada serentak pada 2020. Daerah lainnya adalah Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Kota Tomohon Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur serta Provinsi Sulawesi Utara (Pilgub).
(BennyManoppo/JerryPalohoon/rds)
Baca juga berita terkait:
- Tanpa Imba-Boby, Warga Ini Kurang Minat Ikut Memilih
- Ini Ide Brilian PANGLIMA IMBA Diungkapkan kepada TAUFIK TUMBELAKA
- PILKADA MANADO: Antara Andrei Angouw, James Sumendap dan Roy Roring
