Debat publik yang hanya berisi tanya jawab
Bitung – Debat publik calon walikota dan wakil walikota Bitung periode 2016-2021 yang digelar KPU Kota Bitung di rungan Paripurna DPRD Kota Bitung dipertanyakan. Pasalnya, acara tersebut dinilai tidak sesuai dengan nama kegiatan karena hanya berisi tanya jawab antara panasil dan calon wakil walikota.
“Saya pikir namanya debat, ada adu argument dan saling mempertahankan pendapat atar calon wakil walikota. Tapi selama acara digelar tak terlihat ada debat selain tanya jawab antara empat panalis dan enam calon wakil walikota,” kata salah satu warga Mandidir, Jerry Lumare, Sabtu (26/9/2015).
Bahkan menurut Lumare, acara yang digelar KPU Kota Bitung kesannya hanya seremonial balaka, karena apa yang ditanyakan empat panalis masih berkaitan dengan visi dan misi para calon.
“Acara ini tak lebih dari mempertegas atau memperdalam visa dan misi para calon, dan masyarakat tidak tahu mana calon yang berkualitas dan mana tidak karena hanya ditanya seputaran visi dan misi,” katanya.
Harusnya kata Lumare, namanya debat, panalis atau pemandu acara melempar suatu isu atau permasalahan yang kemudian diperdebatkan para calon. Bukan malah melakukan tanya jawab layaknya tes wawancara untuk keperluan melamar suatu jabatan.
“Dari tiga sesi acara debat publik itu, semuanya hanya tanya jawab semata dan tidak ada yang diperdepatkan. Jadi saya harap KPU Kota Bitung mengganti nama acara menjadi tanya jawab calon walikota dan wakil walikota Bitung, bukan debat,” katanya.(abinenobm)
