Berita Utama

Pesan Politik Gerindra Berada di Belakang Jokowi: Bumerang Kekuasaan Prabowo Kelak?

Pesan Politik Gerindra Berada di Belakang Jokowi: Bumerang Kekuasaan Prabowo Kelak?
Pesan Politik Gerindra Berada di Belakang Jokowi: Bumerang Kekuasaan Prabowo Kelak?

Manado, BeritaManado.com – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan akan membekingi Presiden Joko Widodo jika ada menyakiti. Mengingat masa kekuasaan Jokowi sisa sekitar satu bulan lagi –20 Oktober 2024 sudah bukan presiden.     

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pidato Apel Akbar dan penutupan Rapimnas Gerindra di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu, 31 Agustus 2024. Dia memberikan analogi tentang kesetiaannya kepada Jokowi. 

“Jangan ragu-ragu lagi Pak, kalau Pak Jokowi dicubit seluruh kader Gerindra akan ikut merasakannya,” kata Prabowo di Rapimnas yang dihadiri kader dan para ketua umum partai politik Koalisi Indonesia Maju Plus, seperti dilansir Suara.com jaringan BeritaManado.com. 

Tak hanya itu, presiden terpilih itu juga menyanjung-nyanjung Jokowi. Dia menyebut, jika ingin belajar pertahanan militer bisa datang kepadanya. Sedangkan urusan politik dapat berguru ke Jokowi. 

“Urusan politik, aku datang ke orang Solo ini,” ujarnya sambil menunjuk Jokowi yang duduk dihadapannya. 

***

Pakar komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga menilai pernyataan Prabowo tersebut bisa menjadi bumerang bagi kekuasaannya kelak.  

“Jadi kalau Prabowo tetap ada di bayang-bayang Jokowi, ini membahayakan Prabowo sendiri,” kata Jamiluddin kepada Suara.com, Senin (2/9/2024). 

Hal itu, kata dia melihat konteks situasi politik dan hukum yang terjadi di Indonesia belakangan ini. Setidaknya baru-baru ini terdapat sejumlah kebijakan kontroversi yang menyeret Jokowi dan keluarganya, di antaranya soal putusan MK terkait batas usia calon kepala daerah. Dalam perjalanannya putusan itu sempat akan dianulir DPR RI lewat revisi Undang-Undang Pilkada. 

Upaya DPR itu disinyalir untuk memberikan karpet merah bagi putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep yang sempat akan maju sebagai calon gubernur Jawa Tengah.

Belum lagi soal isu dinasti Jokowi. Diketahui sejumlah kerabat Jokowi maju pada Pilkada Serentak di sejumlah daerah, salah satunya Bobby Nasution, menantu presiden yang maju sebagai calon gubernur Sumatera Utara. 

Isu dinasti yang paling kuat, Gibran Rakabuming lolos menjadi cawapres dan terpilih. Lolosnya Gibran juga tak bisa dipisahkan dari putusan MK yang dipimpin Anwar Usman kala itu –adik ipar Jokowi.  

Jamiluddin lantas menyebut, sejumlah kontroversi itu setidaknya menunjukkan masyarakat sudah muak dengan Jokowi. 

“Artinya apa? Masyarakat sudah tidak percaya lagi kepada Jokowi. Sementara Prabowo tetap mengagung-agungkan Jokowi. Maka bisa berimbas kepercayaan terhadap Prabowo juga bisa menurun,” tuturnya. 

Ketidakpercayaan itu bakal berdampak terhadap pemerintahan Probowo, khususnya dalam isu korupsi, kolusi dan nepotisme atau KKN. Publik, terutama masyarakat yang prodemokrasi akan memandang upaya pemberantasan KKN di era Probowo nanti dengan sebelah mata. 

“Seharusnya Prabowo menyatakan saya akan kembali kepada perjuangan reformasi, yaitu memberantas semua KKN,” saran Jamiluddin. 

Di Bawah Bayang-Bayang Jokowi

Dosen Ilmu Politik dan Hubungan Internasional Universitas Diponegoro, Aniello Iannone, meneliti politik dinasti Jokowi yang diterbikan The Conversation berjudul “Jalan panjang Prabowo menuju kekuasaan: dari citra pelanggar HAM hingga jadi anak emas Jokowi,”.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara