Amanda juga mengatakan untuk berhenti mengganggu karena Pingkan dan security berkali-kali ke area tripod dan kamera yang sedang running recording.
Amanda juga sudah mengingatkan bahwa apa yang mereka lakukan telah menghalangi pekerjaan mereka dan bisa dipidanakan karena lokasi yang ditempati untuk live adalah area publik.
Namun, pihak BSI berdalih lokasi yang dijadikan tempat untuk siaran langsung adalah wilayah mereka sehingga Amands harus meminta izin terlebih dahulu.
Rupanya suara perdebatan antara Amanda dan pihak bank terdengar sampai di studio.
Produser Studio DI Jakarta meminta Amanda untuk mengalah karena siaran langsung tinggal beberapa detik lagi akan dimulai.
“Saat siaran langsung kondisi saya tidak stabil, isi laporan menjadi kurang jelas tampilan kamera di monitor TV juga tidak baik. Saya merasa terintimidasi dan terganggu pada saat sedang bertugas menjalankan tugas jurnalistik,” tutur Amanda.
Setelah siaran langsung dalam keadaan yang tidak stabil Amanda kemudian masuk ke dalam Bank ingin bertemu dengan Pingkan untuk mempertanyakan sekaligus menjelaskan seperti apa area publik dan terkait dengan cara kerja jurnalistik dan mempertanyakan tindakan yang dinilai mengganggu pekerjaan karena meminta security untuk pindah tempat.
“Saya menganggap itu adalah pengusiran dan menghalangi, menggagalkan pekerjaan saya. Saat ingin menjelaskan, si karyawan bernama Pingkan ini malah memerintahkan kepada karyawan yang lain untuk mengambil telepon genggam dan merekam perdebatan kami bersama dua rekan kerja saya,” jelas Amanda.
Salah seorang oknum karyawan BSI merekam Amanda dan dua rekannya serta mendesak untuk menyebutkan nama.
Marwan, salah seorang jurnalis TV yang ada disitu kemudian ikut mengangkat kameranya dan merekam situasi dalam bank pada saat itu.
“Namun ada laki-laki bernama Fahri berkata, ‘rekam jo, da banyak kwa torang,’ (Rekam saja, kami ada banyak orang kok). Saat itu saya jadi marah dan merasa niat mereka sudah tidak baik. Kami pun keluar dari dalam bank,” ucap Amanda.
Saat keluar, mereka berpapasan dengan pimpinan bank BSI Manado RA alias Rifai.
Amanda kemudian menjelaskan duduk persoalan yang dialami saat bertugas dan peristiwa di dalam kantor BSI.
Rifai kemudian mengatakan bahwa itu adalah miskomunikasi karena Amanda tidak meminta izin terlebih dahulu.
Saat sedang berbincang-bincang itu, situasi kembali memanas.
Pingkan bersama rekan-rekannya yang lain terlibat adu mulut dengan Aldrin, salah seorang rekan kerja Amanda.
Aldrin tidak terima atas tindakan Fahri yang memarahi Amanda sambil menuding ke arahnya.
Akhirnya situasi berhasil ditenangkan kembali.
