Hukum dan Kriminalitas

Pernyataan Sikap Pengda IJTI, Terhadap Sikap Menghalangi Tugas Jurnalistik Staf BSI Kepada Jurnalis Metro TV

Manado, BeritaManado.com – Merespon aduan jurnalis Metro TV Sulut, Amanda Komaling terhadap sikap staf Bank Syariah Indonesia (BSI), Pengurus Daerah (Pengda IJTI Sulut Mengecam, menyesalkan dan keberatan tindakan staf BSI (Persero) yang melarang, mengusir dan melakukan intimidasi terhadap jurnalis Metro TV, Amanda Komaling, di ruang publik.

Tindakan staf dan security BSI, tidak mencerminkan budaya akhlak.
Sikap sarkastik dalam pelarangan pengusiran dan intimidasi tersebut seperti tindakan premanisme terhadap jurnalis Metro TV, Amanda Komaling.

Pengda IJTI Sulut mendukung sepenuhnya jurnalis Metro TV, Amanda Komaling untuk melaporkan kasus dugaan menghalangi tugas jurnalistik di Polresta Manado.

Adapun kronologis kejadian sebagai berikut;
Amanda Komaling, Koordinator Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) WIlayah Sulawesi mengadukan oknum karyawan Bank Syariah Indonesia (BSI) di Manado atas dugaan melakukan pengusiran dan menghalangi tugas kerja jurnalistik.

Kejadian tersebut terjadi pada Jumat (17/12/2021) sekitar pukul 16.00 WITA.
Saat itu Amanda mendapat tugas dari redaksi Metro TV untuk melakukan siaran langsung terkait kondisi terkini dari tiga TKA Cina yang terdeteksi Virus Covid-19 varian omicron.

Amanda kemudian bersiap untuk melakukan siaran langsung dari parkiran salah satu pusat perbelanjaan di Manado dengan latar belakang salah satu hotel yang dijadikan lokasi Isolasi Mandiri (Isoman).

Saat akan siaran langsung, tiba-tiba hujan gerimis turun.

Amanda kemudian meminta izin ke studio untuk bergeser sedikit dari tempat semula.

Dia kemudian bergeser ke koridor ruko depan BSI.

Saat sedang mengatur posisi tripod kamera dan sudah dalam posisi siap untuk siaran langsung, tiba-tiba security bank tersebut atas perintah salah seorang karyawan berinisial PK alias Pingkan datang melarang.

“Saya disuruh berpindah tempat dengan alasan saya berdiri tepat di depan kamera cctv bank tersebut sehingga itu akan dipertanyakan oleh pimpinan,” kata Amanda, Selasa (21/12/2021).

Amanda kemudian mengalah dan meminta izin ke studio untuk pindah tempat, karena sudah terhubung untuk siaran langsung.

Dan dari Studio Metro TV Jakarta mengizinkan asalkan tidak jauh-jauh.

Dia kemudian menggeser tripod empat langkah sesuai yang ditunjuk oleh security, namun ternyata latar belakang yang diinginkan Amanda tidak dapat karena terhalang dengan sejumlah motor yang terparkir.

Mantan Ketua IJTI Sulut dua periode itu kemudian menggeser tripod ke tempat yang lebih tepat dengan pertimbangan tidak terhalang latar belakang dan menghindari logo atau brand penginapan tersebut.

Tetapi pihak BSI tidak puas karena mengatakan bagian depan mobil masih masuk dalam daerah kamera.

“Menurut mereka, bagian depan mobil adalah warna ciri khas kantor BSI sehingga nasabah BSI akan mengetahui apabila kantor mereka berada di depan penginapan isoman,” ujar Amanda.

Meski sudah menjelaskan dan meyakinkan kepada Pingkan bersama security bahwa itu tidak akan menjadi persoalan karena objek bukanlah back ground BSI.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara