Bisnis dan Ekonomi

Perkuat Digitalisasi Daerah, BI dan Pemkab Talaud Gelar High Level Meeting TP2DD

Perkuat Digitalisasi Daerah, BI dan Pemkab Talaud Gelar High Level Meeting TP2DD
HLM Kabupaten Talaud

Penulis: Sri Surya

Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) sebagai wujud sinergi dalam mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah, khususnya di wilayah Kepulauan Talaud, Senin (9/3/2026).

Kegiatan ini dipimpin oleh Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah, dan dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Joko Supratikto, Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud Engelbertus Tatibi, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud Yohanis Kamagi, Group Head Operasional Bank SulutGo Nolvy Kilanta, serta anggota TP2DD dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait.

Dalam sambutannya, Welly Titah mengapresiasi kolaborasi strategis yang dilakukan Bank Indonesia dalam mendukung digitalisasi transaksi keuangan daerah.

“Kami mengapresiasi dukungan Bank Indonesia yang terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendorong digitalisasi transaksi keuangan di Kabupaten Kepulauan Talaud. Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan bank pengelola RKUD perlu terus diperkuat agar digitalisasi keuangan daerah dapat berjalan optimal,” ujar Welly.

Menanggapi hal tersebut, Joko Supratikto turut mengapresiasi capaian Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kabupaten Kepulauan Talaud yang mencapai 98,00 persen, sekaligus menempatkan daerah tersebut pada peringkat ke-5 dari 70 kabupaten di wilayah Sulawesi pada semester II 2025.

“Capaian ini menunjukkan komitmen yang kuat dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud dalam mendorong digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Ke depan, diperlukan komitmen pimpinan serta sinergi antar-OPD dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat implementasi digitalisasi daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Joko.

Meski demikian, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud, Yohanis Kamagi, mengungkapkan masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi dalam implementasi digitalisasi transaksi daerah.

“Beberapa tantangan yang masih dihadapi antara lain banyaknya kendaraan yang terdaftar di luar daerah, minimnya literasi masyarakat terkait pembayaran pajak dan retribusi secara digital, serta perlunya peningkatan pemanfaatan kanal e-commerce untuk pembayaran pajak dan retribusi daerah,” jelas Yohanis.

Untuk menjawab tantangan tersebut, TP2DD Talaud menghadirkan program unggulan Siswa Duta Digital yang bertujuan meningkatkan edukasi dan partisipasi masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak, retribusi, serta berbagai transaksi lainnya secara nontunai.

Di sisi lain, Kepala Tim Implementasi Kebijakan dan Pengawasan SP-PUR Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Ircham Andrianto Taufick, menyampaikan dua rekomendasi aksi strategis guna meningkatkan penilaian pada Championship P2DD.

“Dua langkah strategis yang dapat dilakukan adalah penyusunan Roadmap ETPD 2026–2030 serta implementasi diagnostic tools. Dengan langkah tersebut, Kabupaten Kepulauan Talaud akan memiliki arah kebijakan yang lebih jelas sehingga implementasi program dapat lebih optimal dan berdampak pada peningkatan PAD serta kemandirian fiskal daerah,” ujarnya.

Pada sesi diskusi, Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud Engelbertus Tatibi menyoroti pentingnya penguatan sinergi antar lembaga serta penggalian potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Penguatan sinergi antar lembaga sangat penting, termasuk dalam menggali potensi peningkatan PAD melalui pengembangan UMKM di Talaud. Selain itu, koordinasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan bank pengelola RKUD perlu terus diperkuat agar optimalisasi PAD dapat berjalan dengan monitoring yang baik,” kata Engelbertus.

Sementara itu, Bupati Welly Titah berharap seluruh kesepakatan yang dihasilkan dalam HLM TP2DD dapat segera diimplementasikan secara optimal.

“Kami berharap seluruh kesepakatan dalam HLM ini dapat dilaksanakan dengan baik sehingga digitalisasi transaksi keuangan di Kabupaten Kepulauan Talaud semakin berkembang dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

(***)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara