
Penulis: Jhonli Kaletuang I Sitaro
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) terus mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur dasar, termasuk akses listrik bagi masyarakat di wilayah perdesaan.
Komitmen tersebut ditunjukkan Plt. Bupati Sitaro Heronimus Makainas, saat menghadiri Rapat Sinkronisasi Usulan Program Listrik Perdesaan (Lisdes) dari pemerintah daerah, sekaligus membahas fasilitasi penyiapan lahan dan penyelesaian perizinan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut di Sulawesi Utara.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, 21–22 September 2026, bertempat di Kantor PT PLN (Persero) UID Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo, Jalan Bethesda No. 32, Ranotana, Kecamatan Sario, Manado.
Forum ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan berbagai usulan pemerintah daerah dengan kebutuhan teknis pelaksanaan program Lisdes.
Selain itu, kesiapan lahan hingga kelengkapan perizinan turut menjadi bagian yang dibahas agar tahapan pembangunan jaringan listrik dapat dipersiapkan secara lebih terarah.
Bagi Sitaro, agenda tersebut memiliki arti penting mengingat karakter wilayahnya sebagai daerah kepulauan dengan permukiman yang tersebar di sejumlah pulau.
Pemerataan layanan kelistrikan menjadi salah satu kebutuhan dasar yang berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat, pendidikan, pelayanan publik hingga kegiatan ekonomi.
Kehadiran Plt. Bupati Heronimus Makainas juga menjadi bentuk koordinasi langsung pemerintah daerah dengan pihak terkait, termasuk PLN dan pemerintah pusat, dalam mengupayakan agar kebutuhan kelistrikan di wilayah yang masih membutuhkan peningkatan pelayanan dapat masuk dalam perencanaan program.
Melalui sinkronisasi tersebut, Pemkab Sitaro berharap berbagai tahapan pendukung, mulai dari usulan lokasi, kesiapan lahan hingga aspek perizinan, dapat dipersiapkan secara bersama sehingga pelaksanaan program Lisdes nantinya berjalan lebih efektif.
Pemerintah Kabupaten Sitaro menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk membuka akses pembangunan yang lebih merata.
Bagi masyarakat di wilayah kepulauan, hadirnya listrik bukan sekadar penerangan, tetapi juga menjadi penopang bagi tumbuhnya aktivitas sosial dan ekonomi di desa.
