Kota Manado

Perjuangan Dibalik Prestasi Ganda Putri Indonesia, Greysia Polii Ungkap Peran Erick Thohir

Saat bertanding di kejuaraan Dunia Junior 2015 yang digelar di Lima, Peru, Apri sempat dipanggil keluar lapangan dan ia mendapat kabar duka bahwa sang ibu meninggal dunia.

Mendengar kabar tersebut, Apri pun mencoba menahan dukanya untuk sementara dan melanjutkan pertandingan.

Bahkan, Apri pun sukses menggondol medali perunggu di nomor perorangan ganda campuran, berpasangan dengan Fachriza Abimanyu.

Di level junior, Apri mencatat sejumlah prestasi, baik sebagai pemain ganda putri maupun ganda campuran.

Apri pun kerap bergonta ganti pasangan, mulai dari Rosyita Eka Putri dan Jauza Fadhila Sugiarto di nomor ganda putri, serta Fachriza Abimanyu, Rinov Rivaldy, Agripinna Prima Rahmanto Putra dan Panji Akbar Sudrajat di nomor ganda putra.

Memasuki 2017, dia pun bergabung dengan tim senior bulu tangkis Indonesia sebagai spesialis ganda putri dan langsung dipasangkan dengan Greysia Polii.

Greysia-Apriyani memulai debut mereka di kejuaraan beregu Piala Sudirman 2017, kemudian menyabet gelar juara pertama mereka di ajang Thailand Open 2017 dan disusul French Open 2017.

Dari situ, penampilan mereka kian kompak dan berbagai gelar juara berhasil diraih, di antaranya India Open 2018, Thailand Open 2018, SEA Games 2019, India Open 2019, Indonesia Masters 2020, Spain Masters 2020 dan Thailand Open 2020.

“Di usia saya yang sudah tidak lagi muda, tiba-tiba saja Apriyani muncul. Semuanya berjalan begitu cepat. Kami memenangkan banyak kejuaraan. Saya bersyukur sekali. Saya sudah menunggu kehadirannya begitu lama,” ujar Greysia.

Penantian Panjang

Penantian yang begitu panjang, membuat Greysia yang berpasangan dengan Apriyani lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. Mereka harus mendaki jalan terjal dan berliku untuk bisa sampai ke laga puncak.

Satu demi satu lawan pun berhasil mereka singkirkan, mulai dari penyisihan grup.

Di grup A, mereka mengalahkan pasangan Malaysia Chow Mei Kuan-Lee Meng Yean (21-14, 21-17), Chloe Birch-Lauren Smith asal Inggris (21-11, 21-13) dan wakil tuan rumah sekaligus ganda putri nomor satu dunia Yuki Fukushima-Sayaka Hirota (24-22, 13-21, 21-8).

Berkat kerja keras yang begitu panjang, Greysia-Apriyani lolos ke perempat final sebagai juara grup, dan sesuai hasil undian, mereka bertemu dengan pemeringkat ketujuh dunia asal China Du Yue-Li Yin Hui.

Dengan penuh percaya diri, mereka melewati tantangan itu dan memetik kemenangan 21-15, 20-22, 21-17.

Selanjutnya di semifinal, mereka membungkam unggulan keempat asal negeri ginseng Lee Sohee-Shin Seungchan dengan keunggulan 21-19, 21-17.

Saat itu, Greysia-Apriyani sudah mencetak sejarah sebagai ganda putri pertama yang lolos hingga ke babak final Olimpiade.

Tinggal selangkah lagi untuk menciptakan sejarah baru sebagai peraih medali emas Olimpiade pertama dari sektor ganda putri.

Impian itu terwujud setelah mereka menumbangkan pasangan rangking dua dunia asal China Chen Qing Chen-Jia Yi Fan di partai final.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara