Perbedaan itu memperlihatkan betapa lebar jurang mobilitas internasional, bahkan antara dua negara yang sama-sama berada di kawasan Asia Tenggara.
Malaysia Juga Masuk Kelompok Elite
Indonesia bukan hanya tertinggal dari Singapura.
Dalam laporan Henley Passport Index 2026, Malaysia tercatat masuk jajaran atas kekuatan paspor global.
Henley menyebut Malaysia berada di kelompok 10 besar dunia dalam laporan mobilitas global yang dirilis Januari 2026.
Kondisi tersebut membuat posisi Indonesia menjadi menarik untuk dicermati.
Sebagai negara dengan populasi besar dan pengaruh penting di Asia Tenggara, paspor Indonesia masih berada di papan tengah dalam urusan mobilitas global.
Apa Sebenarnya yang Membuat Paspor Sebuah Negara Kuat?
Kekuatan paspor tidak ditentukan oleh warna sampul atau keberadaan chip elektronik semata.
Henley Passport Index menggunakan data Timatic dari International Air Transport Association (IATA) untuk menilai akses perjalanan tanpa prior visa.
Data tersebut menjadi dasar pemeringkatan paspor dunia berdasarkan jumlah destinasi yang bisa dimasuki tanpa pengurusan visa sebelumnya.
Karena kebijakan masuk sebuah negara dapat berubah, skor dan peringkat paspor juga tidak selalu tetap.
Henley bahkan memperbarui indeksnya setiap bulan.
Dengan kata lain, kekuatan paspor Indonesia hari ini masih bisa berubah mengikuti perkembangan kebijakan perjalanan internasional.
Punya Paspor Indonesia? Jangan Hanya Lihat Angka 71
Skor akses 71 tentu membuka peluang perjalanan ke berbagai belahan dunia.
Namun, pemegang paspor Indonesia tetap perlu memeriksa ketentuan resmi negara tujuan sebelum membeli tiket.
Bebas prior visa tidak otomatis berarti bebas dari seluruh persyaratan imigrasi.
Masa berlaku paspor, tiket kembali, bukti akomodasi, kemampuan finansial hingga izin perjalanan elektronik dapat tetap diminta.
Jadi, jika ada pertanyaan seberapa kuat paspor Indonesia pada 2026?
Jawaban berdasarkan ranking resmi Henley saat ini adalah: peringkat 67 dunia dengan skor akses 71 destinasi.
