Berita Utama

Perempuan Jadi Emosian Tak Karuan? Mungkin Sedang PMS Atau Sudah Menopause

4. Kehamilan

Perubahan hormon selama kehamilan juga dapat menyebabkan ketidakstabilan emosi.

Selain perubahan fisik, wanita hamil juga bisa mengalami stres emosional yang membuat mereka lebih mudah menangis, marah, atau merasa cemas.

Konsultasikan dengan dokter kandungan untuk penanganan yang tepat.

5. Menopause

Menjelang menopause atau dalam fase perimenopause, sekitar 4 dari 10 wanita mengalami gejala mirip PMS.

Penurunan kadar estrogen dapat menyebabkan gejala seperti hot flashes, sulit tidur, hingga penurunan gairah seksual.

Mood swing juga bisa menjadi salah satu tanda dari masa ini.

6. Ketidakseimbangan hormon

Selain estrogen, hormon lain seperti tiroid juga memainkan peran penting dalam kestabilan emosi.

Hipotiroidisme atau tiroid kurang aktif bisa menyebabkan kelelahan, kulit kering, sembelit, perubahan suara, dan tentu saja perubahan suasana hati.

7. Stres

Stres berkepanjangan bisa berdampak besar pada kesehatan mental dan emosional.

Rasa cemas, frustrasi, dan tekanan yang terus-menerus bisa membuat seseorang lebih mudah mengalami mood swing.

Gejala lainnya bisa berupa sulit tidur, kelelahan, dan perubahan pola makan.

8. Gangguan psikologis

Beberapa kondisi kejiwaan seperti depresi, bipolar disorder, atau ADHD juga dapat memicu perubahan emosi yang drastis.

Jika kamu atau orang terdekatmu mengalami gejala ini secara berulang dan mengganggu aktivitas harian, sebaiknya segera berkonsultasi ke profesional.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara