Sangihe

Perdagangan Meningkat, Karantina Tahuna Pastikan Komoditas Sangihe Aman dan Bebas Hama

Perdagangan Meningkat, Karantina Tahuna Pastikan Komoditas Sangihe Aman dan Bebas Hama
Petugas karantina memeriksa ikan di Pelabuhan Tahuna sebelum distribusi.

Penulis : Ivan Xaverius | Sangihe

Arus perdagangan global yang semakin terbuka turut mendorong peningkatan lalu lintas barang dan manusia antarwilayah, termasuk di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Di balik peluang tersebut, tersimpan tantangan serius berupa potensi masuk dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), serta Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

Dalam konteks ini, Satuan Pelayanan Pelabuhan Tahuna di bawah UPT Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (KHIT) Sulawesi Utara memegang peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan hayati wilayah.

Sepanjang triwulan pertama tahun 2026, yakni Januari hingga Maret, tercatat sebanyak 373 kegiatan domestik keluar (dokel) melalui Pelabuhan Laut Tahuna.

Total nilai ekonomis komoditas yang dilalulintaskan mencapai Rp54,43 miliar.

Komoditas unggulan yang mendominasi pengiriman antara lain ayam sebanyak 2.951 ekor, ikan tuna 38.606 kilogram, ikan layang 40.145 kilogram, pala biji 360.220 kilogram, serta kopra yang mencapai 1.346.239 kilogram.

Seluruh komoditas tersebut didistribusikan ke sejumlah daerah tujuan seperti Manado, Bitung, dan Surabaya.

Berdasarkan klasifikasi media pembawa, komoditas kategori HPHK mencatat nilai ekonomis Rp2,95 miliar dengan frekuensi 88 kali pengiriman.

Sementara itu, kategori HPIK mencapai Rp2,55 miliar dengan 197 kali pengiriman. Adapun kategori OPTK mendominasi dengan nilai Rp48,92 miliar dalam 88 kali pengiriman.

Kepala Karantina Tahuna, Renold Rahajaan, menegaskan bahwa setiap komoditas yang keluar dari wilayah Sangihe telah melalui proses pengawasan ketat.

“Kami memastikan setiap komoditas yang keluar dari Pelabuhan Tahuna telah melalui prosedur pemeriksaan karantina secara ketat, sehingga aman dan bebas dari HPHK, HPIK, maupun OPTK sebelum didistribusikan ke daerah tujuan,” ujarnya, Selasa (16/04/2026).

Ia juga menilai tingginya aktivitas pengiriman komoditas menjadi indikator positif pertumbuhan ekonomi daerah, meski tetap harus diimbangi dengan pengawasan maksimal.

“Meningkatnya frekuensi lalu lintas komoditas di triwulan pertama 2026 menunjukkan geliat ekonomi daerah yang positif, namun tetap harus diimbangi dengan pengawasan karantina yang optimal untuk menjaga keamanan hayati,” katanya.

Meski intensitas lalu lintas tergolong tinggi, hasil pengawasan menunjukkan capaian yang menggembirakan. Selama triwulan I 2026, tidak ditemukan adanya HPHK, HPIK, maupun OPTK dalam setiap proses pemeriksaan domestik keluar di Pelabuhan Tahuna.

Menurut Renold, capaian tersebut menjadi bukti efektivitas sistem karantina yang diterapkan.

“Hasil pengawasan yang tidak menemukan adanya HPHK, HPIK, maupun OPTK menjadi bukti bahwa sistem karantina di Tahuna berjalan efektif, sekaligus menjadi komitmen kami dalam melindungi sumber daya hayati di wilayah Kepulauan Sangihe dan sekitarnya,” pungkasnya.

Capaian ini sekaligus memperkuat peran strategis Karantina Tahuna dalam mendukung kelancaran distribusi komoditas unggulan daerah, tanpa mengabaikan aspek perlindungan ekosistem serta keamanan hayati nasional.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara