
Minsel, BeritaManado.com – Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) di Provinsi Sulawesi Utara, memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya Tanaman Nilam.
Dikenal juga sebagai “emas hijau,” Nilam menghasilkan minyak atsiri bernilai tinggi yang banyak dicari industri parfum, kosmetik, dan farmasi global.
Telah menjadi komoditas unggulan masyarakat di Kabupaten Minsel, Nilam diharapkan dapat mendongkrak perekonomian daerah dan masyarakat.
Untuk menunjang budidaya tanaman ini, warga pun mulai membangun lokasi penyulingan Nilam dan tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Minsel.
Hal ini menyebabkan Penyulingan Nilam memiliki potensi besar sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Saat ini, kami telah melakukan pendataan penyulingan nilam di Kabupaten Minsel,” ungkap Ronald Paath, Kadis DPMPTSP Minsel kepada wartawan Beritamanado.com, Senin (30/6/2025).
Menurutnya, ada sekitar 132 penyulingan Nilam yang tersebar di 7 Kecamatan yang ada di Kabupaten Minsel.
“Secara keseluruhan, penyulingan Nilam adalah sektor yang menjanjikan untuk meningkatkan PAD dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Minsel,” kata dia.
Salah satu hambatan utama saat ini, lanjut Kadis Ronald, adalah fluktuasi harga pasar minyak nilam yang dapat merugikan petani.
“Harga saat ini ada dikisaran Rp.600rb hingga Rp.700rb,” ujar dia.
“Memang perlu adanya stabilitas harga agar usaha ini terus berjalan,” pungkasnya.
TamuraWatung
