Meski diakui, tidak semua satwa liar dilindungi namun penurunan jumlahnya yang signifikan akan mempengaruhi keseimbangan ekosistem alam.
Dari banyak survey yang dilakukan di pasar sejak 2011, menunjukkan bahwa supply satwa liar seperti paniki, ular dan lainnya saat ini bukan lagi dari wilayah Sulawesi Utara tetapi dari Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan provinsi lainnya di Indonesia.
Selain karena perburuan dan kerusakan hutan, keberadaan satwa liar terancam pola konsumsi masyarakat.
“Untuk itulah kami menghimbau agar warga Sulut bisa menyajikan daging-daging yang ramah lingkungan, tanpa mengurangi sukacita di hari pengucapan syukur,” pesan Nainggolan.
(***/Finda Muhtar)
