
Terpantau akhir pekan kemarin, petugas SPBU secara bergantian melayani pengisian bahan bakar minyak (premium) dalam bentuk galon. Dalam hitungan jam, puluhan ribu liter BBM langsung habis. Akibatnya banyak kendaraan umum dan pribadi tidak mendapat pelayanan.
“Lia jo kwa dorang pe kalakuan, sedang so dapa teguran dari pihak terkait tetap dorang prioritaskan untuk pengisian di galon,” kata Kiki Tumigolung yang saat tengah antrian BBM di SPBU Ratahan.
Ia kemudian mendesak Pemerintah kabupaten Mitra bersama instansi terkait untuk mengeluarkan saksi tegas bagi pemilik dan petugas SPBU yang secara terus menerus melakukan aksi tersebut. “Sikap tegas pemerintah melalui pemberian sanksi saya jamin akan memberikan afek jerah bagi petugas dan pemilik SPBU,” pungkasnya.(dul)
