
Dari sepuluh program unggulan kerakyatan yang ditawarkan M2T-RM untuk menuju Mitra sejahtera rakyat makmur, masalah kepegawaian juga menjadi skala prioritas apabila keduanya dipercayakan masyarakat memimpin Minahasa Tenggara 2013-2018.
“Pembenahan struktur kepegawaian termasuk didalamnya peningkatan pelayanan prima pada masyarakat lewat pembinaan aparatur berkualitas, bersih dan berwibawa serta penempatan jabatan yang sesuai dengan kompetensi (disiplin ilmu) dan meningkatkan kesejahteraan (tunjangan) PNS merupakan salah satu program penting yang akan kami terapkan di Kabupaten Mitra kedepan,” kata M2T-RM dalam berbagai kesempatan.
Hal ini sendiri lanjut sosok pengusaha sukses dan intelektual, sangat penting dalam mewujudkan tatanan dan sistem birokrasi yang baik serta berkualitas untuk pemerintahan yang bersih bermartabat. “Keberhasilan pemerintah tak lepas dari sistem birokrasi yang baik, karna itu pembenahan harus dilakukan khususnya masalah penempatan pejabat sesuai disiplin ilmu,” pungkas Meiki.(dul)

7 Kebobrokan Birokrasi di Indonesia
1. pola pikir para birokrat di Indonesia terlalu sesuai atuaran.
2. orientasi budaya kerjanya lemah.
3. birokrasi di Indonesia secara organisasi terlalu gemuk. 4. perundang-undangan yang tidak harmonis. “Sistem dan aturan kita membuat ketakutan yang sehingga orang nggak berani mengambil keputusan,”
5. banyak seorang birokrat ditempatkan di posisi yang tidak sesuai dengan kemampuannya. Artinya banyak posisi yang diisi jauh dari kompetensi birokrat. “SDM Aparatur unfit dengan tuntutan,” sebutnya.
6. kewenangan yang tumpang tindih atau overlapping. Kalau dikasih kewenangan besar cenderung disalahgunakan,”
7. pelayanan publik menjadi buruk, sebagai masalah ketujuh. Dimana merupakan ujung tombak dari gambaran birokrasi Indonesia.
http://finance.detik.com/read/2013/05/16/105049/2247520/4/wamenpan-ungkap-7-kebobrokan-birokrasi-di-indonesia
The Right Man and The Right Place
Salah satu kesuksesan atau kegalan seorang pemimpin adalah menerapkan kemampuan dalam menafsirkan konsep “the right man and the right place” secara benar atau tidak benar.
Kejadian menarik adalah bilamana ada terobosan penempatan pegawai yang tidak sesuai dengan background pendidikan yang dimiliki, sekalipun secara otonom penempatan pegawai adalah kewenangan pemimpin atau menejer, dan itu biasa terjadi pada organisasi profit maupun non profit, atau organisasi pemerintah maupun swasta.
Seorang pemimpin berusaha melihat jauh kedepan, dan pemimpin yang baik adalah mampu memahami persoalan, sebelum persoalan itu timbul, serta pemimpin yang bijaksana adalah yang mengerti secara dalam tentang capacity dan kompetensi yang dimiliki oleh seorang bawahan secara keseluruhan.
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memahami suatu persoalan sebelum persoalan itu timbul, dan secara bijaksana mengerti secara mendalam tentang capacity dan kompetensi yang dimiliki bawahan secara keseluruhan, sehingga keputusan yang diambil dapat secara tepat dan arif.