
Bitung—Perhatian Pemkot Bitung terhadap Program Keluarga Harapan (PKH) patut diacungi jempol. Bukan hanya perhatian terhadap penyalurannya dan penerima, namun Pemkot Bitung juga memeberikan perhatian kepada para pendamping PKH.
“Program ini sukses berjalan di Kota Bitung tidak lepas dari peran pendamping PKH, jadi kami akan memperhatikan nasib pendamping dan bakal membantu 10 unit kendaraan bermotor dalam mendukung operasional tugas sehari-hari,” kata Wakil Walikota Bitung, Max Lomban ketika memantau penyaluran PKH di kantor Pos Kota Bitung, Jumat (16/3).
Lomban juga berharap para keluarga penerima bantuan PKH, bisa memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik mungkin. Karena menurutnya, PKH dapat membantu keluarga dari kemiskinan sebagaimana ketentuan pemerintah membantu melalui peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan hendaklah dapat terwujut.
“Lewat PKH, tidak ada lagi anak yang putus sekolah dan tidak ada lagi ibu yang tidak ke Posyandu, Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya. Ini semua bertujuan agar masa depan anak-anak kita lebih baik karena mereka akan menjadi tulang punggung pembangunan kedepan,” kata Lomban.
Sementara itu, Kadis Sosial, Audi Pangemanan mengatakan ada 3.119 Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) akan menerima bantuan yang akan disalurkan sampai tanggal 19 Maret nanti. Dan menurutnya, penyaluran bantuan PKH ini tetap mengikuti mekanisme yang biasa dilakukan yakni melalui kantor pos sedangkan Dinas Sosial bersama pendamping PKH melakukan pendampingan serta pengawasan dalam penyaluran demi kelancaran.
“Dan saat ini akan disalurkan bantuan bagi kecamatan Lembeh Selatan yang terdiri dari kelurahan Paudean, Pasir Panjang, Dorbolaang serta Pancuran kemudian Kelurahan Batulubang dan Papusungan,” kata Pangemanan.
Pangemanan sendiri menjelaskan, penerima bantuan PKH merupakan hasil verifikasi yang dilakukan oleh para pendamping disetiap kelurahan bagi keluarga miskin melalui bidang pendidikan dan kesehatan. Serta bagi ibu hamil, nifas, anak balita yang harus rutin melakukan kontrol di setiap Puskesmas atau Poskesdes dan Pustu.
“Sedangkan untuk bidang pendidikan bantuan ini diperoleh jika keluarga miskin memiliki anak sekolah atau usia sekolah setara SD dan SMP hal ini untuk membantu mengurangi beban biaya pendidikan terutama pembelian alat tulis, seragam sekolah, tas dan lain sebagianya,” katanya.(en)
