Lainnya

Penatua GMIM Doakan Para Terperiksa Dana Hibah agar Terhindar dari Ancaman Kriminalisasi Hukum dan Kejahatan Demokrasi 

Penatua GMIM Doakan Para Terperiksa Dana Hibah agar Terhindar dari Ancaman Kriminalisasi Hukum dan Kejahatan Demokrasi 
Salah satu kegiatan GMIM yang dihadiri ribuan jemaat

Manado, BeritaManado.com – Polda Sulut masih intensi mengumpulkan bukti, bahan dan keterangan (pulbaket) dana hibah GMIM termasuk memeriksa Sekretaris Provinsi Steve Kepel dan Kepala Biro Kesra Setda Pemprov Sulut, Drs Fereydy Kaligis. 

Pemeriksaan Kepel dan Kaligis tak terkecuali puluhan pejabat lain kendati dengan isu yang berbeda, mulai dihubungkan dengan potensi ancaman kriminalisasi hukum dan kejahatan demokrasi. 

Ada kekuatiran pemeriksaan pejabat di masa hampir puncak Pilkada  untuk mengamputasi popularitas dan ketokohan seseorang (ASN,red), yang sering dicurigai dapat memengaruhi pemilih untuk menyatu ke kandidat tertentu.

Kendati Kapolda Sulut Irjen Pol Royke Langi dengan nada tegas menyatakan pemeriksaan dana hibah GMIM ditempatkan dalam konteks menjaga marwah GMIM dan tekad memberantas korupsi, pernyataan verbal Kapolda itu tidak sama sekali mengaburkan kekuatiran publik Sulut mengenai jaminan netralitas penegak hukum dalam Pemilu 2024. 

Kata-kata  tanpa ditanya bahwa Polda ingin menyelamatkan marwah GMIM  oleh publik diterjemahkan sebagai introduksi senjata paling mematikan untuk menghentikan suara-suara kritis masyarakat mengenai reputasi kepolisian dan  profesionalitas di alam demokrasi.

“Dia bilang ingin mengembalikan marwah GMIM. Memang GMIM keluar dari marwah yang mana, GMIM ke mana selama ini? Kalau tidak suka atau mencurigai oknum atau tokoh dalam GMIM, oke silahkan selidiki orangnya. Jangan seret-seret institusi GMIM. Itu sama seperti ada jenderal bermasalah, kemudian institusi polisi yang diobok-obok. Kalau mau bunuh tikus jangan bakar rumah,” komentar beberapa penatua di Manado, Selasa siang dalam sebuah diskusi ringan.

Masih dalam konteks pemeriksaan dana GMIM, para penatua intens mendokan para terperiksa agar terhindar dari potensi ancaman kriminalisasi hukum dan kejahatan demokrasi.

“Doa kami para penatua dan jemaat, semoga mereka semua yang diperiksa baik yang berkaitan dengan dana hibah GMIM maupun topik lain, terhindar dari ancaman kriminalisasi hukum dan kejahatan demokrasi. Karena sejarah penegakan hukum kita, tidak sedikit yang terperangkap kriminalisasi dan kejahatan demokrasi. Hukum dan demokrasi itu dua saudara kandung yang dalam momentum tertentu bekerja sama untuk tujuan kekuasaan,” ungkap salah satu penatua terbata-bata.

Para pelayan GMIM ini juga mendoakan penyidik dan pimpinan institusi kepolisian agar tidak terjerumus kepentingan politik kelompok tertentu dan tetap setia menjaga marwah kepolisian.

“Kalau pemeriksaan dimengerti sebagai cara mengembalikan marwah GMIM, doa-doa kami juga agar aparat menjaga marwah kepolisian. Karena bagaimana kita bisa percaya dengan kata-kata Royke Langi, sementara nyaris di saat yang bersamaan, aneka video intervensi polisi menekan orang untuk memilih calon Gubernur survei terendah beredar luas. Itukah yang Kapolda maksudkan dengan arti marwah?” jelas para penatua.

Sementara itu, ihwal dana hibah GMIM, Koordinator Bidang Hubungan Masyarakat Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Pnt Kombes Pol (Purn) Drs John Rori SSt Mk pun angkat suara.

John Rori menjelaskan, pada prinsipnya GMIM sangat apresiasi dan mendukung upaya penegakkan hukum berkaitan dengan dana hibah pemerintah sebesar Rp 16 miliar kepada GMIM.

Ia menambahkan, pihak Sinode GMIM akan kooperatif, jika kemudian ada pemanggilan terhadap petinggi Sinode GMIM nanti.

“Dan bila dipanggil pasti hadir dan kooperatif,” ujar John Rori.

Ia menjelaskan, dana hibah tersebut, tentunya telah sesuai peruntukan untuk kebutuhan pelayanan GMIM.

“Karena dana hibah ini telah digunakan sesuai peruntukan untuk kebutuhan pelayanan GMIM, baik pelayanan non fisik maupun fisik,” tandas Rori.

Ia menuturkan bahwa dana tersebut diperoleh pihak Sinode GMIM, karena  untuk menjawab kebutuhan pelayanan kepada warga GMIM, yang juga warga masyarakat Sulut yang tersebar di 1.078 jemaat, 149 wilayah dan 800.000 jemaat yang ada di 7 Kabupaten/Kota se-Sulut, bahkan di luar Sulut sampai di luar negeri.

Selain itu, tambah Rori, GMIM juga memiliki karya pelayanan bidang pendidikan dari Taman Kanak-kanak sampai Perguruan Tinggi, juga bidang kesehatan seperti beberapa klinik dan Rumah Sakit.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara