– Bolaang Mongondow Utara: naik dari 21,9% menjadi 27,8%.
– Sangihe: naik dari 18,5% menjadi 19%.
– Siau Tagulandang Biaro: naik dari 14,4% menjadi 24,9%.
– Bolaang Mongondow Selatan: naik dari 27,9% menjadi 33%.
– Minahasa Selatan: naik dari 19,2% menjadi 26,4%.
– Bolaang Mongondow Timur: naik dari 21,9% menjadi 27,8%.
– Sulawesi Utara secara keseluruhan: naik dari 20,5% menjadi 21,3%.
Daerah dengan Penurunan Prevalensi Stunting:
Meski banyak daerah mengalami kenaikan, beberapa kabupaten/kota berhasil menurunkan prevalensi stunting, yaitu:
– Bitung: turun dari 23,5% pada tahun 2022 menjadi 19,5% pada tahun 2023.
– Tomohon: turun dari 13,7% menjadi 10,5%.
– Minahasa Tenggara: turun dari 26,5% menjadi 15%.
– Talaud: turun dari 26% menjadi 19,3%.
– Minahasa Utara: turun dari 20,5% menjadi 10,9%.
– Kotamobagu: turun dari 22,9% menjadi 20,5%.
Apa itu Stunting?
Stunting adalah kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya.
Sederhananya, stunting merupakan sebutan bagi gangguan pertumbuhan pada anak. Penyebab utama dari stunting adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak.
