
Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang diwakili oleh Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Dra Roy Mewoh DEA mengatakan terkait dengan isu SARA dan Paham Radikalisme harus dipahami merupakan ancaman bukan saja bagi keamanan dan ketertiban kehidupan bermasyarakat namun juga bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga perlu disikapi secara bijak.
Penyampain itu disampaikan Roy Mewoh pada rapat koordinasi dan senergitas pelaksanaan keamanan dan ketertiban untuk mengantisipasi demonstrasi yang akan dilakukan tanggal 2 Desember 2016 dilaksanakan di ruang rapat C.J Rantung kantor Gubernur Sulawesi Utara kamis (24/11/2016).
“Karenanya dengan forum ini akan dapat kita maksimalkan sebagai wahana koordinasi guna merevitalisasi peran kita sebagai warga Negara atau masyarakat dalam menciptakan iklim kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang aman dan tertib,” ujar Roy Mewoh.
Dia menambahkan forum ini juga diharapkan sebagai sarana peningkatan Sinergitas guna memperkuat hubungan persatuan dan kesatuan dalam tekad visi, persepsi, serta komitmen dalam kerangka pelaksanaan keamanan dan ketertiban yang tetap berada dalam koridor peraturan perundang-undangan dan terbingkai dalam semangat Bhineka Tunggal Ika, kata Roy Mewoh. (Rizath Polii)
