Advertorial

Menkokesra Bersama Pemprov Sulut Bantu Korban Bencana

Gubernur Sulawesi Utara Dr Sinyo Harry Sarundajang saat menerima bantuan tanggap darurat bencana dari Menkokesra Agung Laksono
Gubernur Sulawesi Utara Dr Sinyo Harry Sarundajang saat menerima bantuan tanggap darurat bencana dari Menkokesra Agung Laksono

Manado – Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) RI Agung Laksono dalam kunjungan kerja selama sehari di Provinsi Sulawesi Utara, telah menyerahkan bantuan tanggap darurat bencana bagi masyarakat korban banjir dan tanah longsor yang terjadi pada hari Minggu (17/2) lalu, di Kota Manado, Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Sitaro. Diapun menyatakan bencana yang terjadi di Kota Manado ditenggarai menempati nomor satu secara nasional.

Gubernur Sulawesi Utara Dr Sinyo Harry Sarundajang saat memberikan bantuan bencana kepada Walikota Manado Vecky Lumentut
Gubernur Sulawesi Utara Dr Sinyo Harry Sarundajang saat memberikan bantuan bencana kepada Walikota Manado Vicky Lumentut

Adapun bantuan sebesar Rp. 2 Miliar dalam bentuk uang tunai sebesar Rp. 500 juta dan bahan natura sejumlah Rp 1,5 Miliar itu telah diserahkan langsung Menkokesra kepada Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang di VVIP Bandara Sam Ratuangi Manado, Selasa (19/2).

Gubernur SH Sarundajang saat berkunjung ke korban bencana (foto beritamanado)
Gubernur SH Sarundajang saat berkunjung ke korban bencana (foto beritamanado)

Usai menyerahkan bantuan Menkokesra Agung Laksono didampingi Gubernur Sinyo Sarundajang, Wagub Dr Djouhari Kansil MPd, Deputy I Bidang Lingkungan dan Kerawanan Sosial Willem Rampangiley, Deputy Bidang Penanganan Darurat BNPB Dody Ruswandy bersama Walikota Manado Vecky Lumentut dan pejabat teknis Pemprov Sulut melakukan peninjauan lokasi bencana.

Wakil Gubernur Sulut Dr Djouhari Kansil saat berkunjung kerumah duka korban bencana
Wakil Gubernur Sulut Dr Djouhari Kansil saat berkunjung kerumah duka korban bencana

Lokasi bencana yang dikunjungi rombongan Menkokesra diantaranya terminal Paal 2, Kelurahan Paal 2, Gereja GMIM Maranatha Kelurahan Karame Lingkungan I Manado serta mengunjungi rumah duka korban longsor Citraland dimana satu keluarga suami isteri dan anak yaitu suami Frangky Kawilarang, isteri Elisabeth Palit dan anaknya Anggelica Kawilarang yaitu Keluarga Kawilarang-Palit meninggal dunia, dimana jenasah ketiganya disemayamkan di rumah orang tua mereka Keluarga Palit-Rarung di kompleks toa pekong Kelurahan Calaca Lingk I Manado.

Kesempatan itu, Menteri Agung Laksono mengungkapkan rasa keprihatinan yang mendalam dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bahkan Bapak Presiden sudah mengetahui peristiwa bencana banjir dan tanah longsong yang terjadi di daerah ini, sehingga mengakibatkan terjadinya korban jiwa dan rusaknya berbagai infrastruktur rakyat dan pemerintah.

Karena itu Presiden SBY menyampaikan salam khusus kepada keluarga korban atas musibah ini, dan kiranya warga harus tetap tabah dalam menghadapi cobaan hidup ini. Agung pada kesempatan ini juga mengatakan, dari semua bencana yang ada, bencana tertinggi disebabkan karena banjir dan tanah longsor.

Menteri yang beristerikan warga kawanua ini, menyebutkan penyebabnya karena adanya perubahan iklim dan diperparah lagi dengan ulah manusia sendiri yang mempersempit aliran sungai serta menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Karena itu Laksono mengimbau warga masyarakat khususnya yang tinggal dibantaran sungai supaya menjadikan suangai itu sebagai jendela rumah kita, sehingga sungai akan terawat dengan baik serta menjadi bersih, ajaknya.

Gubernur Sarundajang menyampaikan, ucapan terimah kasihnya kepada pemerintah pusat melalui Menkokesra Agung Laksono yang telah membawa langsung bantuan ini, kepada warga yang terkena bencana.

Sebelumnya Kepala BNPB Sulut Ir. Hoyke Makarawung, melaporkan bahwa bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi hari Minggu 17 Februari 2013 itu mengakibatkan jatuhnya korban jiwa 18 orang meninggal dunia dengan rinciannya Kota Manado 10 Orang, Kabupaten Minahasa 5 Orang dan Kabupaten Sitaro 3 Orang.

Kadis PU Ir Eddy Kenap mengusulkan agar pemerintah pusat dapat membantu dibangunnya jalan alternatif sehingga apabila terjadi bencana, tidak akan kesulitan untuk melakukan evakuasi.

Kadis Kesehatan Dr Maxi Rondonuwu pada kesempatan tersebut menjelaskan, pihaknya sesuai perintah Bapak Gubernur langsung menyiapkan pos kesehatan di 22 titik bencana. Ronduwu juga meminta bantuan Menkokesra untuk penambahan obat-obatan di Kementerian Kesehatan RI, mengingat obat yang tersedia saat ini sudah menipis.

Sementara Kadis Sosial Drs Anwar Panawar menyebutkan Dinsos telah menyalurkan berbagai bantuan berupa matras, pendirian dapur umum, makanan siap saji dan air mineral di setiap posko bencana. (***/Advertorial)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara