Kota Tomohon

Pemkot Tomohon Sudah Antisipasi Letusan

Tomohon – Sejauh ini belum ada warga di Kota Tomohon yang diusungsikan pemerintah pascaletusan Gunung Lokon erupsi sejak tadi pagi. Terpantau warga di kota bunga ini masih menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa, Jumat (10/2).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Provinsi Sulawesi Utara (sulut) Hoyke Makarawung, menuturkan warga harus mempercaya informasi yang diberikan oleh pemerintah maupun aparat terkait letusan gunung. “Karena ada informasi yang tidak tahu dari mana datangnya yang bersifat menyesatkan,” tambahnya.

Dirinya menambahkan tidak ada warga yang panik saat terjadi letusan gunung. “Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon dan pmerintah di kecamatan sampai kelurahan sudah melaksankan antisipasi sehingga warga merasa tenang dan selama ini setiap aktivitas dari gunung sudah langsung disampaikan kepada warga,” tambahnya.(ceci)

2 tanggapan untuk “Pemkot Tomohon Sudah Antisipasi Letusan”

  1. Mengantisipasi tidak berarti bahwa gak ada kepanikan. Namanya juga bencana alam, orang panik itu normal. Ini Hoyke rupa tare psikolog kesiangan.

  2. Seharusnya pemerintah jangan sebatas menjadi pemadam kebakaran dalam menangani masalah bencana seperti Gunung Meletus, langkah2 preventif baik pembangunan fisik maupun non fisik seperti tersedianya SOP saat terjadi bencana sudah dimiliki dan disosialisasikan kepada masyarakat disamping secara Fisik berupa pembangunan bangunan pengendali material gunung berapi seperti yang dilakukan pada gunung Merapi Jogya dibawah ini (kutipan dari tulisan saya di http://sulutiptek.com/lokon-1-php.php ) dibawah ini :

    Gunung Merapi tercatat kurang lebih memuntahkan 4 milyard kubik pyroclastic (material gunung berapi berupa abu,lahar dll). Upaya pembangunan bangunan pengendali telah dilakukan oleh pemerintah Yogya antara lain, Check Dam 8 units, Consolidation Dams 19 units, Groundsills 23 units, Bed girdle 6 units, revertments 9167 m, training dikes 3880 m. Semuanya mampu menampung 2.827.300 m3 bahan bahan sedimen. Disamping itu juga di pasang alat peringatan dini untuk evakuasi seperti Automatic Rain Gauge 1unit, Lahars Flood Sensor 1 unit, Ultrasonic Water Lever Gauge 2 units dan Telemeter System 1 unit.

    Saat ini belum ada data resmi dari pemerintah Sulut maupun instansi terkait berapa besar jumlah material pyroclastic yang dimuntahkan oleh letusan gunung Lokon. Inilah yang harus menjadi tantangan pemerintah Sulut karena sampai saat ini Sulut sangat minim tenaga ahli dibidang Gunung Berapi padahal daerah Sulut dikepung oleh beberapa gunung berapi aktif seperti Lokon, Soputan, Mahawu, Karangetan.
    Pemerintah dan masyarakat masih ada waktu untuk berbenah diri sebelum korban-korban berjatuhan akibat kelalaian dan kurang peduli akan masalah ini.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara