Sangihe

Pemkab Sangihe Genjot Program Two Day’s No Rice

Pemkab Sangihe Genjot Program Two Day's No Rice
Sekda Edwin Roring

Sangihe, BeritaManado.com-Salah satu program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe demi mendukung kesejahteraan petani lokal adalah two day’s no rice (dua hari tanpa nasi) setiap hari Selasa dan Jumat.

Namun, belakangan ini program unggulan Pemerintah tersebut belum efektif dilakukan. Padahal, program ini sudah sering disosialisasikan oleh Bupati Jabes Ezar Gaghana SE ME, disetiap kegiatan seremonial.

Apalagi yang menjadi sasaran utama dari program ini adalah para pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemkab. Sehingga Pemkab terus menggenjot program tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Edwin Roring mengatakan, terkait dengan program two day’s no rice ini sudah ada intruksi dari Pimpinan dalam hal ini Bupati. Setiap ASN yang menjadi konsumsi pertama adalah pangan lokal Sangihe.

“Two day’s no rice merupakan program pemerintah dan ini sudah diinstruksikan oleh pak Bupati, konsumsi pertama bagi pejabat dan ASN. Tindak lanjut apa yang sudah diintruksikan oleh Bupati, kami sudah memerintahkan Kepala Dinas Perindag, karena mereka ada aparat di pasar untuk mengecek siapa saja ASN yang berbelanja di pasar, bila tidak ada ASN yang belanja hasil pangan lokal Sangihe maka itu akan menjadi catatan bagi kami,” tegas Roring belum lama ini.

Menurut Roring, di Sangihe itu jumlah ASN sebanyak 3 ribu. Bila membeli pangan tersebut, otomatis masyarakat petani khususnya dapat terbantu.

“Jadi semua pangan lokal itu harus diefektifkan, di Sangihe ada 3 ribu lebih ASN dan hampir mecapai 4 ribu, bila setiap ASN membeli produk Ubi  maka akan menaikan taraf hidup masyarakat Sangihe,” ujar Roring.

Mengawasi dan mengetahui bila ASN mengonsumsi pangan lokal, pihakya telah menugaskan orang-orang tertentu ditiap rumah.

“Kemudian ada orang-orang yang akan kami tugaskan dirumah-rumah pejabat Eselon II setiap hari Selasa dan Jumat, apakah mereka menyiapkan pangan lokal atau tidak dan ini merupakan tanda loyalitas terhadap pimpinan,” bebernya.

Dia menambahkan, kalau semua ASN mendukung program tersebut bisa saja di Sangihe akan kekurangan pangan lokal.

“Bila itu efektif dilakukan, maka kita yang ada di Sangihe akan kekurangan pangan lokal,” pungkasnya.

(Christ)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara