Opini

Pemicu Pemanasan Global

Sebagian radiasi gelombang panjang dari bumi tersebut akan diserap oleh Gas Rumah Kaca di atmosfer. Lainnya akan dipantulkan kembali ke bumi dan sebagai lainnya akan terlepas ke angkasa luar.

Pada proses di mana emisi Gas Rumah Kaca meningkat, akan meningkatkan jumlah radiasi gelombang panjang dari bumi yang terperangkap di atmosfer.

Sebagaian besar energi panas tersebut akan dipantulkan kembali oleh lapisan Gas Rumah Kaca kembali ke bumi.

Dampaknya terjadi amplifikasi pemanasan di permukaan bumi.

Peningkatan suhu bumi sebagai proses dari pemanasan global dapat diamati pada grafik di bawah ini.

Pemicu Pemanasan Global

Apa Saja Yang Termasuk Gas Rumah Kaca

Menurut UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change) atau Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Empat kelompok Gas Rumah Kaca yang merupakan pemicu pemanasan global adalah sebagai berikut:

1. Karbondioksida (CO2)

CO2 adalah Gas Rumah Kaca terbanyak kedua di atmosfer setelah uap air. CO2 merupakan Gas Rumah Kaca yang secara alami bersumber dari debu letusan gunung berapi dan hasil pernafasan manusia dan hewan.

Kegiatan manusia seperti pembakaran bahan bakar jenis fosil di sektor energi sertaa kegiatan industri, transportasi, deforestasi dan pertanian menjadi penyumbang sumber emisi CO2 nonalami.

2. Metana (CH4)

Metana secara alami dihasilkan dari proses pembusukan bahan-bahan organik.

Selain itu, pembakaran biomasa, proses produksi batubara dan minyak bumi merupakan kegiatan yang menghasilkan Gas Metana.

3. Nitrogen Oksida (N2O)

Keberadaan N2O di atmosfe berasal dari sumber alami (sekitar 60%) dan antropogenik (sekitar 40%), baik dari lautan, tanah, pembakaran biomassa, penggunaan pupuk, hingga berbagai proses industri. N2O memainkan peran penting dalam penghancuran lapisan ozon di stratosfer. Kita tahu ozon melindungi kita dari sinar ultraviolet matahari yang berbahaya.

4. Gas lainnya yang mengandung Fluor (SF6, PFCs,HFCs)

Gas-gas yang mengandung fluor kebanyakan diproduksi dari proses industri. Gas ini akan tinggal selama-lamanya di atmosfer karena sifatnya yang tidak dapat menyerap dan hancur secara alamiah. Sebenarnya, gas-gas diatas diatas diperlukan juga agar bumi tidak terlalu dingin, akan tetapi sejak revolusi industri, gas-gas seperti karbon dioksida, methana, dan gas berbahaya lainnya menjadi semakin bertambah di atmosfer sehingga konsentrasinya makin meningkat akibat ulah manusia.

Jika konsentrasi gas-gas rumah kaca makin meningkat di atmosfer, maka efek rumah kaca akan semakin besar.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara