Beberapa tahun terakhir data suhu permukaan bumi sering mencapai rekor terpanas yang pernah tercatat.
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyebutkan kenaikan suhu bumi tersebut sejalan dengan rekor peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca dalam tahun yang sama.
Nah kemudian yang menjadi pertanyaan adalah, sebenarnya apa itu pemanasan global dan apa itu gas rumah kaca?
Pengertian Pemanasan Global
Pemanasan Global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer.
Pemanasan Global akan diikuti dengan Perubahan Iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi.
Sedangkan, di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu.
Hal ini akan terus memicu pemanasan global di bumi yang pada akhirnya semakin mendorong terjadinya perubahan iklim.
Apa Itu Gas Rumah Kaca?
Gas Rumah Kaca adalah gas-gas di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca.
Sebagai contoh mengenai efek rumah kaca adalah sebuah mobil yang tertutup rapat pintu dan kacanya diletakkan di bawah sinar matahari.
Setelah sekian waktu, saat kita masuk akan terasa suhu di dalam mobil akan sangat panas dibanding di luar mobil. Mengapa ini terjadi? Karena saat mobil tersebut menerima sinar matahari, radiasi gelombang panas yang merupakan energi akan menembus kaca masuk ke dalam mobil.
Sebaliknya radiasi gelombang panjang dari dalam mobil tidak bisa keluar karena tertahan kaca mobil. Lama kelamaan radiasi gelombang panjang akan semakin banyak yang terperangkap dalam mobil. inilah kemudian yang disebut sebagai efek rumah kaca yang menyebabkan suhu dalam mobil menjadi lebih panas dibanding di luar mobil.
Efek rumah kaca membuat bumi semakin menghangat karena panas matahari terperangkap oleh gas-gas di atmosfer. Di alam proses yang sama terjadi. Proses yang sebenarnya merupakan alamiah untuk menjaga suhu di bumi tetap hangat.
Keberadaan gas di atmosfer akan menahan radiasi balik dari bumi berupa energi gelombang panjang agar tidak hilang ke angkasa luar. Radiasi tersebut kemudian akan menjadi sumber energi yang memanaskan permukaan bumi.
Namun selanjutnya, peningkatan Gas Rumah Kaca di atmosfer menyebabkan semakin banyak pula radiasi gelombang panjang dari bumi yang terperangkap di atmosfer.
Hal inilah yang kemudian menjadi pemicu pemanasan global. Perhatikan gambar berikut.

Pada proses alami, sinar matahari yang sampai ke bumi sebagai energi, sebagian besar akan diserap oleh permukaan bumi baik tanah maupun juga lautan.
Permukaan bumi yang menjadi panas karena menyerap energi dari sinar matahari kemudian memancarkan panas berupa gelombang panjang ke atmosfer.
