
Manado – Kran pemekaran kembali berdengung pasca moratorium dari Mendagri. Di Sulut cukup banyak daerah yang ingin memekarkan diri dengan alasan agar pelayanan makin dekat kepada masyarakat.
Provinsi Perbatasan Nusa Utara salah satunya yang paling getol ingin ‘merdeka’ dan menjadi daerah otonom baru. Hanya saja, berkaca dari pengalaman-pengalaman pemekaran daerah sebelumnya di Sulut, ternyata cukup banyak daerah yang tak mampu hidup sendiri dan tetap ‘menetek’ dari pemerintah pusat.
“Saya kira wacana pemekaran Provinsi Nusa Utara hanya mimpi di siang bolong. Ini hanya politis saja yang sengaja dilempar elit politik dan pemerintah. Karena pemekaran itu harusnya lahir dari masyarakat bukan elit. Nanti ke depan ada yang merasa jadi pahlawan ketika provinsi benar-benar terbentuk,” ulas DR Mister Gidion Maru MHum, dosen Unima Tondano.
Kemudian paling penting, lanjut Maru, ketika ingin berotonom perlu kajian komprehensif dan harus betul-betul aspirasi dari komponen masyarakat. “Sosialisasi harus dilakukan hingga masyarakat paling bawah karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak, dan nasib orang banyak. Karena yang menderita nanti bukan elit pemerintah dan politik tapi rakyat kecil yang kena imbasnya,” kata doktor dari UGM Jogjakarta yang sebentar lagi akan diwisuda.
Tapi kalau keinginan menjadi Provinsi Nusa Utara benar-benar lahir dari masyarakat karena sebuah kebutuhan masyarakat ini yang perlu didukung. “Sekali lagi asalkan keinginan jadi provinsi lahir dari kebutuhan masyarakat. Misalnya, kurang perhatian pemerintah pusat terhadap kesejahteraan warga kepulauan, saya kira ini harga mati untuk diperjuangkan,” imbuhnya.(aha)

Tahuna disepakati nantinya sbg ibu kota propinsi nusa utara, adalah pilihan strategis, dari letak geografisnya yg cukup sentral, dan secra historis juga pernah sbg ibu kota kab kep sangihe-talaud, yg kemudian dimekarkan menjadi tiga kabupaten kepulauan (sangihe, talaud, sitaro) yg ketiganya juga telah bersepat untuk bersatu – terintegrasi kembali dalam satu propinsi yakni propinsi kepulauan nusa utara. pemikiran ketiga puncuk pimpinan an tentunya juga didukung penuh oleh pemerintah prop sulut, diharapkan pada waktunya impian, harapan, cita-cita akan terealiasi. Barangkali ada pr yg perlu didesain ke depan..adalah pemerataan atau keseimbangan pembangunan wilayah atau zone. tentunya masing-masing daerah punya keunggulan kompetitif dgn keunikan masing-masing darah, ini sebagai peluang sekalugus sebagai tantangan bgm mengintegrasikan nusa lawo menjadi suatu kekuatan ekonomi kawasan serta kekuatan nkri, salam always the best.
Provinsi Nusa Utara adalah wacana pemekaran Provinsi baru dari Provinsi induk Sulawesi Utara. Sungguh suatu gagasan yang sangat mulia bagi kemajuan peradaban suatu suku bangsa yang termarjinalkan dari hiruk pikuk kemajuan peradaban Bangsa dan Negaranya sendiri, suatu gagasan mulia yang harus didukung untuk diwujudkan “DEMI” sekali lagi “DEMI” kemajuan dan kesejahteraan suku Bangsa yang termarjinalkan dari hiruk pikuk kemajuan suku bangsa lain yang sudah lebih dahulu mendapat akses dan menikmati kemajuan peradaban dari Bangsa dan Negaranya. Saya adalah Putera Nusa Utara yang hidup dirantau sangat mengapresiasi gagasan mulia pembentukan Provinsi Nusa Utara, akan tetapi menjadi suatu keprihatinan yang tidak berujung apabila gagsan pembentukan Provinsi Nusa Utara “HANYA” sekali lagi “HANYA” menjadi ajng kepentinan para elit lokal yang haus kekuasaan, serakah, menghalalkan segala cara dengan dali untuk kesejahteraan Rakyat padahal hanya untuk kepentingan pribadi(KORUPSI). Bercermin dari pengalamn penulis yang bertugas dirantau, hampir semua daerah pemekaran menjadi ajang korupsi para elit lokal baik eksekutif maupun legislatif, bahkan tidak terkecuali disebahagian calon Wilayah Provinsi Nusa Utara mantan pimpinan Daerah dan kroninya sampai sekarang masih di PENJARA karena KORUPSI, yang semangat awal pembentukan pemekeran adalah dengan dali untuk kesejahteraan Rakyat, faktanya adalah kesejahteraan para Elit lokal yang awal-awalnya berkoar koar “DEMI KESEJAHTERAAN RAKYAT” padhal “KORUPSI”
Pembentukan Prop Nustar, sudah berproses, meskipun masih ada dan banyak kendala, namun progresnya cukup signifikan, dan status terakhir menurut berita koran sudah berada di pusat baik di pemerintahan maupun di parlemen. Barangkali pada saatnya semua persyaratan prosesnya akan close dan terbentuklah Prop. Nustar. tentunya pasca penetapannya pun masih akan banyak pekerjaan rumah maupun di kantor yg harus diselesaikan, namun juga yg penting adalah kesiapan seluruh entitas masyarakat Nustar. itu yg utama adalah kesiapan masyarakat..karena kalau kurang siap atau tidak disiapkan dgn baik..maka sasaran / gol yg hendak dicapai akan berliku. Semoga semuanya saling bersinerji dan saling mepalose.
Semoga plannig mereka itu dipimpin oleh Bpk. Gatot. Gagal Total.
Memang nusa utara blum layak jadi sebuah provinsi dalam waktu dekat,, sumber PAD saja mana??
Sedangkan provinsi bolmong saja sampai detik ini nyanda gol2 tanya kenapa?? Depe legislatif so sibuk2 ator depe pencalegan di periode brikut..!
Bisa liat ini maru pe kualitas,sebagai ketua laskar karangetang di sitaro selalu membuat keresahan di masyarakat,dan sebagai dosen di unima dia mengancam mahasiswa yg akan pulang ke sitaro utk mengikuti pilkada agar memilih salera jika tdk maka mahasiswa tdk akan di ijinkan.jadi ngana maru jangan mimpi mo jadi pemimpin,ok????so dapalia ngana pe belang,nda usah manyangkal.BRAVO PDIP….
Kalau memang dorang rakyat disana ingin berdiri sendiri sah2 aja,,,, jumlah penduduk berapa,sumber kekayaan alam cukup apa tdk,perhitungan pad setelah provinsi terbentuk,sumber pendapatan daerah jelas atau tidak,,,,,karena jumlah penduduk Sulut kalau tdk salah 2,1 jt,kalau mau dimekarkan lagi jadi akan dibagi berapa penduduk satu provinsi ,yg jelas kalau penduduk sudah dibawahnya 2 jt !!!!!! Kenapa bukan bukan provinsi mdo yg dimekarkan ,apa pemimpin Sulut tdk mau parah orang susah,kan ada istilah kalau anak tdk berbakti pada orang tua kata orang anak itu tdk berguna ,apakah Nusa utara seperti itu ,pembangunannya kurang disana oleh karena Pemerintah sering anak tirikan,apakah Pemerintah tdk mampu urus atau tdk maurus orang kecil,harusny tol Bitung ditunda utamakan Nusa utara ,Pemerintah memasang tdk cerdas ,harusnya rakyat Nusa utara boleh ajah pisah dan Sulut akan tetapi tuntut dulu kepada Pemerintah utamakan dulu selama 2 thn ini bangun semua sarana disana jgn dicampakan begitu aja!!!!!!
Bakalaeh ngoni semua nyandak ada guna ….ikuti kita Pe info ini gula2 politik
Masyarakat Talaud sebagai bagian dari masyarakat yang berada di wilayah Nusa utara yang diwacanakan untuk di mekarkan provinsi baru termasuk kategori masyarakat tertinggal dari dulu dan sampai sekarang.Harapan yang tidak pernah pupus agar masyarakat Talaud bisa naik kelas meninggalkan ketertinggalan.Untuk menjawab persoalan itu orang Talaud berjuang sekuat tenaga supaya Talaud mendapatkan pemerintahan otonom dan alhasil 2juli 2002 lahir kabupaten Kepulauan Talaud di masa pemerintahan Megawati Soekarno Putri.Kini usia kabupaten Talaud sudah sebelas tahun,harapan masyarakat Talaud belum terjawab bahkan keberadaan kabupaten yang baru ini sangat memprihatinkan ;korupsi merajalela,disclimer,membludak jumlah pejabat/ PNS ,lahir raja kecil ,KKN ,dll.Sekarang ide baru dilemparkan dan di sambut sangat antusias pembentukan provinsi nusa utara dan pemekaran kabupaten sangihe,Talaud dan Sitaro dengan muatan untuk kesejahteraan masyarakat.Ide prosperity approach tidak ada seorangpun yang menolak pasti semua akan mendukung.Pemikiran kritis yang menjadi pertimbangan:1. Wacana pemekaran kabupaten harus diseriusi utamanya lobi dengan Pemerintah pusat pemegang moratorium tahun 2004 tentang penghentian pembentukan kabupaten baru.2 .Proses pembentukan provinsi baru ini dilaksanakan sesuai dengan mekanisme demokrasi yang benar sehingga tidak terkesan bahwa ini hanya kepentingan elit politik dan birokrat.3. Kalau pemekaran kabupaten dilakukan dan tidak terjadi menambah masalah diatas masalah perlu kesiapan infra strukur politik sosial serta reformasi birokrasi.
Lebe bae Itu Sulut Jangan Sampe Mekar, Bantar Somo baku musuh, so nya ada tu Satu Tekad SuLut “Torang Samua Basudara”
Masalah di daerah2 Terpencil itu, pemerintah p salah, bukang salah warganya…
saya sependapat dengan Sdr.Hien. sebagai orang sanger tulen sy tidak tertarik dengan pemekaran(PECAH BELAH) ini. tak lain tak bukan adalah KEKUASAAN dan HARTA dgn iming2 kesejahteraan rakyat. akh, basi .
Tak bisa kah sama2 berjuang menambah perbaikan pada prov yg sdh lama ada,mapan,berdiri melalui perjuangan oleh tua2 kita yg berbeda suku ketimbang mebuat pecah macam nih? yang lain meninginkan persatuan,ini kok malah PERPECAHAN. dimana SULUT kita tercinta ??
Kalau Nusa Utara sudah jadi Provinsi, Bolaang Mongondow jadi Provinsi, Minahasa jadi Provinsi, Manado Jadi Provinsi, Bunaken Jadi Provinsi, Manado Tua jadi Provinsi, akan timbul pertanyaan: ” Sulawesi Utara Sudah di Mana ?. Banyak orang berpendapat yang berbeda-beda tentang pemekaran , bahwa pemekaran itu adalah target yang harus diperjuangkan dan dicapai, tergantung saja pendapat dan usaha masing-masing yang penting isu pemekaran dapat ditunggu dan tidak sampai menimbulkan kebohongan kepada rakyat. Setiap menjelang Pemilu, Pilkada, Pilwako isu pemekaran berkumandang, tetapi usai itu diam lagi.
Kalau siapa yang pernah menonton drama/film “Brama Kumbara” cerita dalam film/drama tersebut kita dapat memperoleh petunjuk bagaimana cara memekarkan sebuah desa dapat mekar jadi kademangan, kemudian kademangan dimekarkan menjadi kepatian dan bagaimana kepatian menjadi kadipaten. Dalam film/drama tersebut pemekaran daerah itu biasa-biasa saja. Berusahalah dan kalau berhasil mari kita rayakan dengan pesta besar-besaran dan kalau gagal “CUKUP DIAM-DIAM SAJA”. Semua usaha akan berhasil kalau Tuhan menghendakinya.
Jangan cuma semangat mo bentuk provinsi NUSTAR,,,coba liat dulu dpe hasil pertanian,,pemerintah punya kepedulian atau tidak untuk bid.pertanian…
Semoga bukan hanya sebatas politisasi,,tapi benar2 memperjuangkan masyarakat NUSTAR..karena
Jaman sekarang sulit mo di percaya ,,terlalu banyak janji
Yth para komentator.
Saya mendukung sepenuhnya terbentuk provinsi nusa utara. Namun sebelumnya itu Saya berharap, ada perbaikan dulu di sarana dan prasarana. Seperti kesehatan, pendidikan, transportasi, serta tingkat pertumbuhan ekonomi kawasan. Dan jika akan dimekarkan menjadi provinsi pemerintah harus benar benar merencanakan tata ruang yang baik. kemudian tak lupa juga mengembangkan potensi daerah guna mengoptimalkan PAD serta memacu mobilitas masyarakat dan mengejar manajemen pemerintahan yang good governance.
pandangan dari seorang anak sma. Mohon maaf apabila ada yang salah.
kalau yang terbaik buat masyarakat Nusa Utara dengan Pendeklarasian Provinsi Perbatasan Nusa Utara (PPNU) itu bisa menjadikan perekonomian semakin maju Saya Mendukung. Namun kalau hanya sebatas politisasi terhadap pembentukan itu, saya Tidak Setuju.
sebagai generasi muda yg di besarkan di nusa utara… tentunya berharap daerah ini maju dan bisa bersaing dengan daerah lainnya… jika pembentukan provinsi nustar satu satunya jalan menuju kemajuan itu.. mari sama sama torang kawal daerah ini…. supaya nda ada pihak pihak tertentu yg mencari untung dari moment berharga ini…
sebelum jadi provinsi ada baiknya benahi dulu kabupaten otonom yg ada… karena masih perlu perhatian extra dari perbagai pihak… dampak positif dari otonomi di kabupaten baru belum dirasakan sampai daerah daerah terpencil..
panitia pemekaran kiranya dapat sosialisasi ke daerah daerah karena masih banyak masyarakat yg belum mengetahui pembentukan Provinsi Nusa Utara…!!!
Provinsi Nusa Utara… Pintu Gerbang Paling Utara Indonesia…!!!
Klo masalah korupsi. kira2 bpk nda mo ambe doi negara klo maitua so minta bli oto, baju mewah, perhiasan mahal, rumah mewah, dsbnya. blum le klo anak mo tuntut sgl mcm. Samua itu sifat dasar manusia Pak. Klo Jokowi yg kasih comment bgitu, mungkin qt percaya le.
Salam dari Talaud!!
Adalah wajar kalo torang beda pendapat, cuma bagi yg meragukan masa depan bagi cikal bakal Prop. Nusa Utara, kiranya dpt juga menghargai perasaan warga NusTar. Mengapa Indonesia sulit utk maju??? Karena terlalu byk org pintar yg cuman bisa memberikan statement alias OmDo alias para kritikus. Kalau yg dipermasalahkan adalah kami belum mampu dan hanya bergantung pada negara maka itulah kewajiban suatu negara karna torang org NusTar le warga negara bkn cuman Manumpang.
inilah hebatx judul yang di buat manado.com [mimpi di siang bolong]laku di jual biar masy tertarik untuk di baca sampe2 masy emosi pa mister maru disini ada 2 hal yang perlu kita simak,1 judul 2 isinya.1. judul sengaja di buat supaya menarik minat pembaca.ini saya katagori tehnik redaksi itulah hebatx manado.com.beritax aktual dan membuat pembaca terpancing emosinya [bravo] 2.isinya.klu kita simak betul isi beritax kayakx tidak sesuai dgn judul karna apa yang di katakan maru sesuai dgn apa yang dimaksud atau arti berdirinya provinsi baru. saya sendiri sangat setuju sanger jadi provinsi biar tidk tertinggal dari daerah lain di sulut.tapi ada hal yg masy sanger parlu ingat itu terlahir dari kemaun masy bkn elit2yang pingin mancari kekuasaan atau jabatan. ada 2 hal yg penting apabila masy ingin berdiri rovinsi baru,1 SDM 2,SDA. klu itu siap mari kita rame2 dukung sanger jadi provinsi baru. makkasar
putra-puteri Nusa Utara yang ‘diaspora’ dapat kembali ke kampung halaman…banyak lapangan pekerjaan baru menanti…
akan 4 daerah baru :
kota Tahuna,
Kota Melonguae,
Talaud Selatan,
Sangihe Selatan
yang berarti 4 kelompok Dinas Kabupaten Kota yang baru, 4 Dewan Kabupaten Kota, 1 kelompok Dinas Propinsi, 1 Dewan Propinsi…
saat ini banyak KAPITALAUNG atau Kepala Kampung menjadi Caleg, nantinya…kepala-kepala Lingkungan jadi Kepala Kampung…
tukang berantem di kampung, jadi satpol PP…
hehehehe….seru deh…Nusa Utara nantinya…
mimpi di siang bolong..???
hehehe….ketika terbangun yang dilihat adalah terang…berarti akan menjadi kenyataan…kalau mimpi tengah malam buta, ketika terbangun hitam gelap…hehehehe….
doktor mister kalau bukan orang Nusa Utara…ya gak apalah…anggap saja sekedar mengkritik…
kalau orang Nusa Utara…nanti jadi Kepala Kantor Penerjemahan Mimpi…
nanti einstein jadi Kepala Kantor Dunia Maya…
tapi kalau doktor mister S3 beneran…
einstein cuma S3 (sd,smp,sma)…
hahahaha….
Pembentukan Prop. Nusa Utara yg di deklarasikan bersama oleh tiga Pemkab, Dekab dan juga tokoh masyarakat, adalah langkah suatu konkrit yg ditunjukkan oleh masyarakat Nusa Utara, meskipun masih banyak catatan dan pr harus diselesaikan secara bersama dan terintegrasi ke depan. Dukungan semua pihak ; masyarakat (ormas) , pemkab, dekab, pemprop, pemerintah pusat, jika semuanya bersinergi, maka mimpi tersbut akan terwujud, semoga.
baru kali ini einstein kita setuju 100 persen deng ngana,itu tandanya kita pe org realistis walaupun berbeda pendapat di masalah lain tapi kalo soal yg satu ini cukup lumayan ngana.akan lebeh baik lagi kalo ngana mo komen masalah apapun tanpa mengandung unsur SARA,soalnya kalo so masalah itu di bawa2 mo ancor torang pe negara.bersyukur torang pe founding father bung karno jiwa nasionalis dan tidak sektarian.kalo nyanda ini negara so bubar dari dulu.cuma heran saja ada org yg s3 seperti maru ini berpikiran yg selalu negatif kepada pemerintah,dan kalo ada prestasi yg bagus selalu mengomentari dengan sinis alias tidak mengakui dengan alasan2 yg di buat2
So betul itu orang bilang orang sanger pang panas,.Baru Bpk Maru kase komen begitu so sama dengan apa itu jawaban..Dasar orang kampung, tak beretika,.Lebe bae ngoni pi ba sandiri,.Jadi propinsi sandiri,.Ngoni tau apa ini tujuan Propinsi Nusa Utara pe tujuan di bentuk ?? Kepentingan pemilihan anggota legislative, DPD dan Gubernur di masa akan datang,.Ngoni nintau ini, politik tingkat tinggi,.Supaya ngoni sanger satu suara,.
hehehehe…
bapak doktor mister maru tenang saja…gak usah sewot…
memang awalnya saya berpendapat bahwa pemekaran Nusa Utara masih terlalu dini untuk direalisasikan…
tapi kita sudah maju sejauh ini…
pantang mundur lagi…!!!
pemerintah pusat harus mendukung, menyokong, dan memberikan bantuan sebisa mungkin agar aspirasi ini dapat terwujud…
barangkali awalnya konsep ini kelihatan Top-Bottom…
tapi sekarang sudah menjadi Bottom-Up…
harus difollow up dari semua lini pemerintah Sulut maupun Pusat…
ingat…!!!
perbatasan utara…
adalah satu-satunya perbatasan NKRI…
yang TIDAK BERGOLAK…simak itu Baik-baik!!!
diAceh ada GAM, di Papua ada GPK, di Selatan Timor-Timur terlepas…
jadi tak ada lagi alasan untuk menolak pemekaran ini…
Maju rakyat Nusa Utara…!!!
hehehe…einstein nanti bisa jadi apa yaa…???
:D
:DLihat hasilnya saja,tidak usah diperdebatkan..:D
buat recky kayaknya anda salah satu anggota lsm karangetang,pas kita mo jelaskan,lsm yg sebenarnya adalah lsm yg tidak memihak partai manapun untuk kepentingan apapun.yg terjadi di siau lsm ini memihak salah satu calon.nda usah di bantah!!lsm ini mendapat bayaran dari pihak partai yg di belanya,kelihatan koq dari personil2 lsm tersebut.memang mereka bantah terlibat tapi di lapangan kelihatan sekali.saya tidak mau menjelaskan lebih lanjut karena berita yg di muat mengenai maru yg kelihatannya tidak mau kalo suatu daerah maju kalo di pimpin org laeng,dia mau musti ada dia kong itu daerah tersebut maju.ingat maru biar ngana s3 ngana pe nama so cacat di nusa utara.mulutmu harimaumu……
Kurang bijaksana bahkan terlalu tendensius/emosional tanggapan2 di atas. Bahwa pembentukkan propinsi Nusa Utara kalau dipandang dari sisi politis okey. Tapi ini memang cuma mimpi di siang bolong. Pake kwa akal sehat. Apa dari sis kultural propinsi ini bole jadi. Baru ibukota samua somo bakalae. orang talaud stuju di Tahuna. Apa org Tahuna siap jadi ibukota propinsi. Apa Tahuna siap jadi kota multi etnik??? Di TAhuna sampe hari ini dominasi orang sanger tetap kuat, org Sitaro deng org Talaud pasti tageser. Belum kalu propinsi jadi, akan berimbas pada kerusakan ekologis akibat eksploitasi yang berlebihan. Biar jo tetap Kabupaten. TAu kalau mau tambah kabupaten baru. Kiapa Kansil so suka jadi Gubernur?? Mar ciri khas orang sanger, gampang ja cu mar tetap peda sanger cuma di sanger.
kita le panas baca ini judul tulisan.. mar torang tetap bisa mengendalikan diri. tunjukan torang pe daerah layak jadi propinsi dengan potensi manusia2 cerdas bukan sama deng org di hutan. seharusnya tulisan ini di ambil sisi positifnya. bahwa pemekeran propinsi nusa utara itu tidak sembarangan, semua komponen harus besinergi baik proses pembentukan maupun setelah terbentuk. jangan cuma proses pembentukan semua bersatu.. pas mo pilih depe kepala daerah semua bakalae ulang. jadi maksute bohe se ko masidada weng i kemu memikire manandu. arie kekela otake komang jago mu ngancam su media sarang areng mataku mamohe.. kemu ko bahani arlung e areng nge…
@Une: saya tertarik dengan statement anda mengatakan bahwa orientasi Laskar Karangetang adalah uang.. Boleh anda pertanggung jawabkan dengan statement itu?
Hmmmm…… Pret..
Baca dan telaah dulu tulisan org baru komentar, jangan hanya terbawa emosi yang malah membuka kedok kita sendiri, seberapa jauh tingkat pendidikan kita. Semua orang sanger pingin daerahnya maju, tetapi maju utk semua masyarakatnya, bukan maju utk orang yg di kota saja atau orang yg datang dari “jauh-jauh” utk sebuah kedudukan. Seharusnya kita bisa menerima semua komentar tentang PPNU, baik yg pro maupun yg kontra dengan alasannya sebagai kajian utk kita sendiri sehingga kitapun dapat membuat kesimpulan: Apakah memang sdh layak kepulauan Nusa utara menjadi sebuah propinsi? Dengan demikian dukungan kita utk PPNU benar-benar memiliki alasan yg dapat dipertanggungjawabkan, bukang cuma asal tera……
YTh para komentator.
Seorang akademisi memberikan pandangan selalu dari dua sudut pandang untuk menemukan sisi baik tidaknya sebuah permasalahan. Tidak mungkin seorang akademisi akan menilai sebuah permasalahan itu baik atau tidak secara agresif. Sudah pasti akan ditelaah dengan mendalam terlebih dahulu. Dan tulisan ini saya rasa sama sekali tidak menunjukkan adanya penolakan ataupun keberpihakan, dan terutama, isi artikel sama sekali berbeda dengan judul !!
Mohon dibaca mendalam artikel ini.
Dan tolong, jangan pedulikan judul. Judul hanya dibuat wartawan untuk menjual tulisan saja. Buktinya, banyak yang marah…berhasil terjual bukan?
YTh.,para Wartawan.
Tolong dalam menulis artikel, kesesuaian dengan judul itu harus benar2original dan tidak direkayasa. Kalian bekerja dengan kode etik. Ketika artikel kalian memuat pendapat orang yang dipelintir, individu yang kalian mintakan pendapat tersebut BERHAK mendapatkan HAK JAWAB. Sanksi atas pelanggaran kode etik wartawan itu bisa berujung pada sanksi pidana. Mohon diperhatikan.
Pendapat pribadi saya ttg pembentukan Provinsi Nusa Utara.
Satu hal yang menjadi fakta dan mendesak adalah keperluan akan perhatian yang lebih intensif terhadap daerah2perbatasan itu tidak dapat disangkal lagi. Ukuran2terhadap besar kecilnya perhatian pemerintah terhadap daerah2Sangihe, Talaud, dan Sitaro itu perlu dilakukan sebuah penelitian yang lebih mendalam lagi,jangan sampai bahwa dengan model “social construction” seperti ini(membangun opini sosial kemasyarakatan dengan melalui ide2kebersamaan) kelompok tertentu kemudian mengambil keuntungan darinya. Ingat, provinsi baru berarti pendanaan baru, pengotonomian yang baru, DAU baru, dan lain2.Potensi meraup keuntungan sangat besar.
Perhatian terhadap daerah perbatasan itu tidak harus selalu dengan membentuk provinsi baru, tapi bisa lewat mekanisme kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah baik lewat perda, maupun usulan2kpd pemerintah pusat.
Namun,apabila pemerintah daerah berdasarkan sebuah penelitian yang komprehensif dinilai tidak mampu membuat dan melaksanakan kebijakan perhatian itu, ditambah dengan keinginan masyarakat yang dituangkan dalam pernyataan sikap yang dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya (seperti misalnya deklarasi ini), maka barulah pembentukan provinsi dapat dipertimbangkan.
Sekian.
(Penulis adalah staf pengajar Program Studi Ilmu Hukum Universitas Negeri Manado,sedang dalam tugas belajar Internasional Program bidang Hukum Internasional khusus Ekonomi dan Perbatasan di Magister Ilmu Hukum Universitas Gadjah Mada)
Ini mister maru ini kayaknya berpikiran sempit,masa kalo mo bentuk daerah baru berpotensi mo korupsi.soal korupsi itu tergantung individu masing2.masa gara2 elly lasut maso penjara ngana bilang itu talaud nda perlu di mekarkan.kalo ngana pe daya pikir bagini jgn harap ngana mo dapa S3.dan liat saja rata2 di indonesia semua daerah yg di mekarkan lebih maju atau setidaknya berkembang pesat dari daerah induk.apalagi saya mendengar anda mau mencalonkan diri di pilbup sitaro tapi tdk terakomodir.ngapain mo bacalon di daerah hasil pemekaran?ternyata dgn kata lain daerah itu layak di mekarkan kalo anda jadi pemimpin dan syukur anda tidak jadi pemimpin.statement anda mengenai ini akan menghantui seumur hidup anda.rakyat nusa utara tdk akan melupakannya
kalo so jadi propinsi perbatasan nusa utara hukum rimba pasti berlaku, yang kuat yang berkuasa, yang banya doi yang berkuasa, biar jo torang warga marampit, warga miangas, warga perbatasan hidup dengan segala kesederhanaan dan kebersamaan…
Yth teman-teman komentator,
Pertama, saya merasa perlu mengklarifikasi dan menegaskan bahwa saya tidak pernah menyatakan propinsi Nustar ini Mimpi disiang bolong ketika ditanyakan oleh awak berita manado. Harap berita manado mempublikasikan hal ini.
kedua, saya semua teman perlu membaca pernyataan saya yang terakhir, bahwa pendapat saya tidak menyangkut setuju atau tidak setuju, tetapi ini menyangkut hajat hidup orang banyak yakni warga Nusa Utara, semua hal harus melewati kajian bersama meliputi berbagai aspek agar pemekaran ini benar-benar mensejahterakan semua elemen masyarakat. kita memiliki pengalaman berharga dari pemekaran kabupaten. ketidakmampuan mengelola daerah berpotensi korupsi baru (salah satu kabupaten bahkan bupati masih dalam jeruji besi karena kasus korupsi). artinya semangat pemekaran yang mengebu-gebu ini harus disinkronkan dengan subtansi pemekaran sehingga kemudian hari tidak justru membuat kita kembali berhadapan dengan isu-isu yang justru memhambat pembangunan daerah. Kita perlu menyemangati gagasan pemekaran ini dengan kepala dingin dan sikap yang dewasa sehingga tujuan kesejahteraan seluruh masyarakat yang kita impikan itu benar-benar dapat terwujud.
kalo kita cermati tulisan Mister Gidion Maru diatas sepertinya beliau bukan tidak mendukung di bentuknya nusa utara, tetapi motivasi membentuk propinsi nusa utara. kita sendiri setuju pembentukan propinsi nusa utara. cuma pertanyaan apakah pembentukan propinsi nusa utara akan menjamin kemakmuran”rakyatnya” di daerah nusa utara. berkaca pada pembentukan kabupaten sitaro, talaud dan daerah2 baru pemekaran di sulut. itu daerah baru biasanya jadi ladang basah bagi politikus opurtunis.coba lihat sitaro dengan dana miliaran bahkan sampai triliun tetapi kebutuhan dasar masyarakat yang seharusnya di siapkan pemerintah setempat masih kacau. saya hanya berharap bahwa terbentuknya nusa utara bukan karena ada kue lezat disana tetapi benar-benar ada kepentingan kemakmuran masyarakat banyak. Selamat Datang Propinsi Nusa Utara Semoga keberadaanmu benar2 untuk rakyat. karena kalau menyimpang maka semuanya Jadi sia-sia adanya.
Siapapun yang pernah tinggal di daerah perbatasan (Talaud, Sangihe dan Sitaro) pasti akan mendukung aspirasi pembentukan Provinsi baru, Nusa Utara. Ide ini sebetulnya bukan hal baru, itu sudah lama ada dihati sanubari rakyat Nusa Utara. Karena selama ini, harus diakui secara jujur bhw perhatian Negara (pemerintah pusat) terhadap rakyat di daerah perbatasn sangat menim. Kalaupun ada, hanya sebatas wacana, bahkan pembagian kue pembangunanpun rakyat Nusa Utara hanya diberikan “remah-remah”nya saja. Bayangkan, Indonesia sudah merdeka 68 tahun, tapi rakyat di Nusa Utara yang ada di desa/kampung ada yang belum menikmati jalan aspal atau listrik, kalaupun listrik sudah masuk, menyala hanya 6 jam (biasayanya dinyalakan mulai jam 6 sore, dan dimatikan jam 12 malam),sesudah itu sampai pagi rakyat pakai lampu botol. Seorang anggota masyarakat di desa Riung Kec.Tampanamma Talaud, berkata kepada saya dengan tegas: “Kami di sini belum merdeka, karena kami belum merasakan aspal, dan lampu listrik jam 12 sudah padam, tidak sampai pagi.
Oleh karena itu, pemekaran Provinsi Nusa Utara itu sebuah tuntutan historis, untuk mengangkat harkat dan martabat rakyat di daerah perbatasan. Namun saya mengingatkan “para pejuang”, terutama generasi muda yang memiliki idealisme, cita-cita tsb, kita harus mampu mengawal agar cita-cita luhur untuk mengangkat harkat dan martabat rakyat Nusa Utara tsb, tidak dijadikan “komiditi politik” untuk kepentingan sesaat, pragmatis oleh kelompok tertentu, sehingga rakyat kemudian tidak menikmatinya. Selamat berjuang, God bless us all. Salam saya dari Salatiga Jawa Tengah.
Jangan ja bekeng kecewa kwa mister..hidup deklarasi…maju terus perbatasan nusa utara..!!
Nyanda mo jadi itu anu’. Cuma mo lip service orang gunung bilang. Nyanda butul ini paling cuma mau mendulang suara dorang. Jangan terpancing kwa torang eh. Urus jo tu dapur masing masih
Saya juga menyampaikan dukungan yang sebesar-besarnya atas pelaksanaan Deklarasi besok…… dan ini akan mengungarangi pengangguran, membuka lapangan kerja untuk putra-putri daerah…… untuk komentar -komentar dari luar yang nda setuju….. diingatkan mo miskin atau mo kaya….. torang yang ja urus bukang mo se urus pa orang2 yang komentar2 nda jelas……. biar cuma mang sagu deng ubi warga nusa utara belum ada yang mati kelaparan……………….
saya juga menyampaikan dukungan sebesar – besarnya………. atas pelaksanaan deklarasi besok……..
so pas itu… supaya putra-putri daerah nda pengangguran……. kalau orang luar nda usa komentar mo miskin mokaya torang p daerah torang yang m urus bukang orang laeng……… biar cuma makang sagu deng ubi tapi warga nusa utara belum perna ada yang mati kelaparan………..
Mister Gideon Maru dari mana so ngana? Dari Nusa Utara atau dari Manado Tua? apa ngana peduli Nusa Utara? Ato mo tunjung ngana pe Es tiga atao es liling. Nusa utara layak jadi propinsi. Dukunglah!
Prinsip dalam Otonomi Daerah adalah daerah itu dapat mengurus Rumah Tangganya sendiri, saya rasa pemerintah harus mendorong daerah-daerah yang ingin memekarkan diri, dengan syarat 3 sampai 5 tahun mereka masih dapat keran dana dari pemerintah pusat berupa Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) setelah 5 tahun ke atas prinsipnya daerah itu sudah dapat mandiri (mandiri dalam arti mengurus rumah tangganya sendiri dan mandiri dalam pengelolaan keuangan / pemanfaatan potensi PAD) artinya seperti sebuah perusahaan apabila perusahaan itu tidak dapat meningkatkan potensi pendapatan maka perusahaan itu akan bangkrut. dan dapat dilikuidasi dan ditutup. Begitu juga dalam pengelolaan pemerintahan (terutama dalam semangat otonomi daerah) bila daerah itu lewat dari 5 tahun dan masih terus menetek kepada pemerintah pusat dalam bentuk DAU dan DAK (5 tahun keatas DAU dan DAK dihentikan dan sumber dana harus dari PAD), berarti daerah itu harus dilikuidasi dan ditutup dan disatukan kembali dengan daerah induknya. berkaca selama ini PAD setiap daerah masih jongkok, dan hanya menjadi lumbung korupsi bagi penguasa atau raja-raja kecil di daerah-daerah….
memang ngana s3 mar berpikiran sempit.tentunya elit2 yg bergerak utk kase gol ini provinsi.kalo ngana berpikiran bagitu ini indonesia kase jadi 1 provinsi jo.ngana tau serta sitaro dan talaud pisah dari sangihe,perekonomian jadi bergerak cepat,masyarakat tambah maju.coba pi skolah dulu ngana maru!!!
Sangat setuju pendapat diatas. Soalnya skarang ini semua suka ada pemekaran tapi dibalik itu cuma mau jabatan palt nomor 1.