
Bitung – Pemahaman tentang gender masih sangat penting untuk diperhatikan dan masih perlu terus diupayakan untuk disosialisasikan. Karena masalah gender sejalan dengan upaya Pemkot yang berkomitmen untuk melaksanakan pengarusutamaan gender sebagai salah satu strategi menuju tercapainya kesetaraan dan keadilan gender.
Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Kota Bitung, Edison Humiang ketika memimpin sosialisasi teknik Penyusunan Perencanaan Penganggaran Responsive Gender (PPRG) berbasis Gender Budget Statement (GBS), Rabu (19/3/2014) di Kantor Pelni Lantai IV.
“Integritas gender dalam proses perencanaan dan penganggaran merupakan suatu langkah yang relatif baru, karena pada awalnya proses pengintegrasian gender dalam pembangunan lebih terfokus pada upaya untuk memperkuat kelembagaan pengarusutamaan gender itu sendiri,” tutur Humiang.
Lanjut Humiang mengatakan, dalam rangka mengkoordinasikan dan mensinergikan upaya untuk mengimplementasikan pengarusutamaan dalam perumusan kebijakan, program dan kegiatan pembangunan daerah yang responsif gender, perlu untuk mensosialisasikan program ini agar secara pasti dapat dimasukan dalam proses perencanaan reguler.
Dengan dilaksanakannya kegiatan itu kata dia, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan dan SKPD tentang perencanaan serta penganggaran yang responsif gende.
“Yang ditindaklanjuti dengan rencana aksi melalui program dan kegiatan,” katanya.
Hadir dalam acara sosialisasi itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Fabian Kaloh dan Kepala Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rita Sumiok serta Konsultan Gender dan PPRG, Boaz Wilar.(*/abinenobm)
