
Manado-Kendati dana bukan persoalan substansif dalam memenangkan iven suksesi politik, namun pendanaan masuk dalam grand strategi PDIP.
“Karena dalam setiap kampanye membutuhkan dana besar, saya kira itu salah satu strategi partai,” kata fungsionaris PDIP Sulut, Lucky Rumopa STh pada beritamanado Kamis (27/6) pagi.
Namun dia menolak opini PDIP berkembang sebagai Parpol pemilik dana teraksasa di Sulut masa kini. Sebab sebelumnya ada Parpol lain seperti Golkar dan Demokrat yang lebih ekstrem dalam memenangkan Pilkada.
“Persoalan yang ada di mana sistem politik yang dibangun PDIP di bawah OD (Olly Dondokambey, red) lebih menjawab substansi dari platform partai dan memang masyarakat menunggu dan membutuhkan lembaga partai seperti PDIP dengan perjuangan murni untuk masyarakat,” serunya panjang. (alf)

ngana einstein cuma mulu”
pada dasarnya ngana cuma iri dan sirik saja pada PDI-P.
pangge jo ngana pe ‘WS’ ba calon ulang di TALAUD, tapi Qta yakin einstein so nda tertarik mo bertarung di TALAUD karena einstein so tau akan keganasan si MONCONG PUTIH.
Akui saja…!!!! hahaaaa,,,haaaa,,,haaaa..haaaa..
_____________________gloryy..gloryy..PDI-P>>””
wowww, sudut mata politik hebat juga Pak lucky, tapi cepat kembali ke jalan yang benar,,,,,,,,
bahasa Pendeta Lucky diatas…
‘Dana Besar’….kata lainnya ‘Banyak Duit’… hehehehe…enak ya pak lucky berada di partai yang banyak kasih duit…hehehehe…
tapi syukurlah sebagai pendeta anda jujur mengakui bahwa ‘Dana Besar’ itulah penyebab kemenangan PDIP…
jadi tidak cukup dana hanya untuk berkampanye, pincitraan, sosialisasi…..harus jauh lebih besar lagi…
Cocok dengan statemen Wakil Sekretaris Partai Golkar Sulut Eddyson Masengi yang menilai kekalahan PG di Sulut karena tidak ada pengerahan Dana besar-besaran dalam Pilkada…
Memang benar sih…siapa bilang PDIP pemilik dana teraksasa saat ini…?? hehehehe…
Partai lain punya dana Jauuuh Lebih Besar daripadan PDIP…
tapi mereka menurunkan dana sesuai ATURAN dan mengikuti System yang berlaku…
dan apakah pak Lucky bisa menyebutkan darimana ‘sumber dana’ para Bupati PDIP yang menyetor arisan rata-rata 1M…???
dari gaji…??
impossible…!!!
Jika para bupati itu mendapatkan dana dari Gratifikasi Proyek…itu berarti UANG HARAM…!!!
Matius 22:21
…..Lalu kata Yesus kepada mereka:
/”Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”
PDIP ternyata hanya partai uang yang nantinya akan menyusahkan rakyat dengan segala cara akan berusaha mengembalikan uangnya yang sudah dikeluarkan.
Aduuhh..kita malo jadi warga gereja..Seorang Pendeta mengklaim dana sbgi strategi pemenangan Pilkada. Apa Sdr.Lucky bertitel STh ndak sadar, insaf, tahu bhw Dana OLLY itu bersumber dari mana ??.Masuk diakalkah dana milyaran yang dihamburkan murni penghasilan OD.??Alkitab berkala.Celakalah kamu yang punya mata tapi tidak melihat, punya mata tidak melihat..Mudah2an Sulut tidak dihukum bencana oleh Maha Kuasa karena dosa sejibun gembala .kasihan domba gembalaan mereka….
Simple!..
Mari kita sebut mereka POLITICIAN.
Kebetulan saja ada STh, di belakang.
Saya menjadi salah satu orang yang setuju jika ada Rohaniwan (Pendeta, Guru Agama, Ustadz/ah, Pastur, Gembala) yang juga terjun ke Politik, tapi yang saya amati ternyata ketika seorang Rohaniwan masuk ke sistem perpolitikan tanah air tidak sedikit yang terkontaminasi dengan cara-cara yang tidak baik. karena itu sangat diharapkan siapapun Rohaniwan yang nantinya terpilih memjadi Anggota Legislatif sudah seharusnya menjadi pembawa suara kenabian demi kebaikan dan kesejahteraan masyarakat, bangsa dan negara Indonesi…
Salam Damai dari Rakyat Biasa…