Politik dan Pemerintahan

“Parah Kalau Semua Ingin Jadi PNS”

"Parah Kalau Semua Ingin Jadi PNS"
Drs Welly Areros MSi (foto beritamanado)

Manado – “Wacana moratorium PNS saat ini seharusnya menjadi peringatan untuk setiap lulusan Fisip agar jangan mematok target menjadi PNS”, ujar pembantu dekan tiga Fisip Unsrat Manado Drs Willy Areros MSi kepada beritamanado (6/8/2011).

Areros yang merupakan kandidat doktor administrasi publik ini juga menyampaikan beberapa trik ayang harus dimiliki oleh mahasiswa agar nantinya siap berwirausaha atau membuka lapangan pekerjaan.

“Segala sesuatu harus dicoba terlebih dahulu, dan jangan takut dengan bayangan kegagalan. Intinya keberanian dan kepercayaan diri dalam setiap insan mahasiswa untuk terjun dalam dunia usaha harus ada,” tambahnya lagi.

Areros menyayangkan bila mental mahasiswa hanya berpikir setelah lulus menjadi PNS.  “Parah juga kalau semisalnya semua mental mahasiswa nantinya untuk PNS,” tutupnya sambil melayangkan senyuman.(gn)

4 tanggapan untuk ““Parah Kalau Semua Ingin Jadi PNS””

  1. Yth…Redaksi Berita Manado.com…bolehkah komentar saya ini “sebagai Ilmuwan Development Economics” di releas di media cetak supaya orang Sulut makin menyadarintyya?…atas perkenan disampaikan gterima kasih.
    Tuhan Memberkati.

    == pak Lucky, terima kasih. akan kami buat beritanya. untuk media cetak, akan kami bantu hubungi rekan-rekan lain yang mau menulisnya, syaloom. == hanny.

  2. Syalom dari Jakarta.
    Saya baru bawakan makalah akademis pada Seminar Gebyar Kawanua Internasional di Malang. Judulnya: Menghadapi Ancaman Invasi dan Penetrasi Ekonomi Neoliberal dan NIlai Budaya : Pendekatan dengan “Social Capital Theory”: Theory yang mengutarakan bahwa kekuatan ekonomi suatu komunitas, ditentukan oleh Struktur dan Nilai Sosial dan oleh Jaringan kedalam maupun keluar, yang memiliki norma yang sama untuk menghasilkan “collectifen action’ untuk kemajuan bersama. Salah satu asset kekuatan perekonomian Sulut, jadinya, perlu lebih dahulu nbersumber pada ‘kekuatan endogenous’ masyarakat. Kalau tidak, strukur sosial ini akan terobrak abrik oleh “invasi dan penetrasi” nilai dan kekuatan dari luar.

    Wah…Dibalik Glamournya Sulut ternyata ekonominya daerah makin terkebelakang, dan Tou Minahasa makin terpinggirkan. 1970an PDRB/Kapita Sulut 13 % diatas rata2 Nasional. Sekarang 51 % dari rata rata nasional. Nasionalntya Rp 22 juta/kjapita,(Baca Statistik mBappenas di Internet).
    Sulut hanya 12 juta per kapita. Tanah2 di Minahasa juga makin beralih ke orang luar yang kuat ekonominya. Investasi yang ada, memang menaik, karena gebrakan SHS, tetapi hampir semuanya bukan dari Putra Daerah. Bangunan megah ‘mall’ di Sulut memang ‘glamour’ tetapi komoditinya terbanyak komoditi import dan dari luar daerah, termasuk sejumlah komoditi pertanian. Jadi…sepertinya pembangunan ‘pusat perbelanjaan’ , tanpa disadari, kita dijadikan ‘agen’ untuk memasarkan produk produk dari luar. Nanti kalau Sulut menjadi Pintu Gerbang ke Pasific,…kalau tidak dikonsolidari dan diperkuar ‘perekonomiann rakyat’ mkearah ‘agroindustrialisasi’ lalu ‘industri, maka orang Sulut akan menjadi ‘baudak pada lahannya sendiri’, pada tanah kelahirannya sendiri.

    Lalu, kalaumn ini terjadi, jangan langsung salahkan yang dari luar tapi kita Tou Sulut intrspeksi. Penelitian seorang ahli Ilmu Sosial di Airmadidi, menunjukkan bagaimana telah terjadi alih lahan yang pesat dari “penduduk lokal’ ke kaum pendatang, karena penduduk lokal cendrung “ammbtenar, senang jabatan jabatan PNS dan politik yang “biar kalah nasi tapi jangan kalah aksi’…
    Pernah saya, sebagai Rektor Unsrat oidato di Fisip: Agar Fisip utamakan menghasilkan “Political Scioentists” jangan terutama “Politisi”. Saya mendorong agar para seniour dan gurubesar Fisip, hasilkanlah makalah makalah, karya ilmiahn dan buka dalam Ilmu Politik. Coba jelaskan dari sudut Ilmu Politik: Mengapa Tou Sulut makin terpinggirkan, mengapa komunitas Sulut makin terpenterasi oleh invasi invasi baik ekonomi maupun biudaya dari luar….Ayo para Calon Dekan Fisip…mana visi misi anda issu ini….Carilah Dulu Kerajaan Allah dan Kebenarannya….yang lain akan ditambahkan kepadamu….Tunjukkanlah lebih dahulu kaliber anda calon Dekan sebagai Prominent Po9litical Scientist bariu main politik dalam pencalonan Dekan…ok ya…maaf bukan menggurui anda para ilmuwan politik dan politisi, sekedar sharing dari saya ya….pentingnya Ilmuwan Politik membantu Pemerintah untuk mampu membendung Invasi dan Penetrasi Ekonomi dan Nilai Nilai yang akanm merusak identitas Sulut….Syalom dan selamat bertarung menjadi Dekan Fisip yangb bisa hasilkan Ilmuwan P{olitik yang teori dan gagasannya menjadi acuan pembaharuan cara berpolitik di Indonesia umumnya, Sulut khususnya supaya tahan menghadaim penetrasi dan inmasi luar.

  3. mner, kalo lulusan fisip mo buka lapangan pekerjaan baru, model bagemana kang depe bisnis?? sedang lulusan ekonomi stou masih bingo mo buka bisnis bagemana rupa. hehe…..

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara