Kota Bitung

Bukan Sekadar Seremoni, Ellen Honandar Sondakh Turun Langsung Peragakan Kompos dan Bagikan Bibit Cabai untuk Ketahanan Pangan Keluarga

Sampah Jadi Rupiah! Hari ke-11 Pelatihan Kompos TP PKK Bitung Diserbu Warga, Ellen Honandar Sondakh Dorong Gerakan Kelurahan Produktif.

Peliput: Syarif Umar l Bitung

Apa yang selama ini dianggap sampah ternyata bisa menjadi sumber manfaat bahkan menghasilkan nilai ekonomi. Semangat itulah yang terus digaungkan Tim Penggerak PKK Kota Bitung melalui pelatihan pembuatan kompos sampah rumah tangga yang kini memasuki hari ke-11 pelaksanaan.

Bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung, TP PKK Kelurahan Wangurer Utara dan Wangurer Barat, Kecamatan Madidir, serta masyarakat setempat, kegiatan ini menjadi langkah nyata mengubah pola pikir warga dari membuang sampah menjadi mengelolanya sebagai sumber daya yang bernilai.

Pelatihan yang berlangsung di Kelurahan Wangurer Utara tersebut dihadiri langsung Ketua TP PKK Kota Bitung Ny. Ellen Honandar Sondakh, S.E., Kepala DLH Kota Bitung Merianty Dumbela selaku pemateri, Ketua Pokja III TP PKK Kota Bitung Ny. Tenti Suak Sakul, Anggota Pokja III Ny. Rine Wongkar Sigarlaki, Ketua Pokja III Kecamatan Madidir Ny. Pingkan Sondakh, Ketua TP PKK Kecamatan Madidir Ny. Selvi Kansil Amana, Kabid PSLB3 Liberty Rimbing, Camat Madidir Heiymans Kansil, Sekcam Madidir Hantje Porawouw, serta para lurah se-Kecamatan Madidir.

Dalam arahannya, Ny. Ellen Honandar Sondakh menegaskan bahwa gerakan pengomposan ini bukan sekadar program lingkungan, tetapi bagian dari upaya membangun kelurahan yang mandiri, produktif, dan siap berkompetisi melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Kami ingin setiap kelurahan mampu mengelola sampahnya sendiri. Ke depan akan ada lomba antar-kelurahan se-Kota Bitung, sehingga pelatihan ini menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus produktif,” ujar Ellen.

Tidak hanya memberikan motivasi, Ny. Ellen Honandar Sondakh juga turun langsung memperagakan penggunaan pupuk kompos pada tanaman polybag dan menyerahkan bibit cabai secara simbolis kepada TP PKK kelurahan se-Kecamatan Madidir sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan keluarga.

Yang menarik, kompos yang dihasilkan dari rumah pengomposan tidak hanya dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman pekarangan, tetapi juga dipasarkan melalui Bank Sampah. Dengan demikian, sampah organik yang sebelumnya tidak bernilai kini dapat diolah menjadi produk yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Manfaat program ini pun telah dirasakan langsung oleh warga. Salah seorang masyarakat Kelurahan Wangurer Barat mengaku telah memanfaatkan sisa makanan dan tulang ikan sebagai bahan kompos untuk tanaman di pekarangan rumahnya.

“Hasilnya sangat bagus. Cabai, tomat, dan sayuran yang saya tanam tumbuh lebih subur setelah menggunakan kompos dari limbah rumah tangga,” tuturnya.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara