
Manado – Desakan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia terhadap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) agar menindaki setiap rekomendasi yang ada untuk persoalan Unsrat.
Rekomendasi tersebut antara lain dari Presiden melalui Sekretaris Negara, Ombudsmen serta Komnas HAM atas berbagai pelanggaran oleh oknum Rektor Unsrat Manado akhirnya ditanggapi balik oleh pihak Unsrat.
Rektor Unsrat melalui Kabag Humas, Daniel Pangemanan SH MH ketika dimintai konfirmasi terkait desakan tersebut menuturkan bahwa janganlah mempolitisir persoalan yang ada di internal kampus Unsrat.
“Persoalan di internal biarlah internal kampus yang menyelesaikannya, jadi tolong jangan dipolitisir setiap persoalan yang ada,” kata Daniel. “Persoalan inikan hanya dikait-kaitkan dengan pemilihan Rektor yang sementara berlangsung,” lanjut Daniel sapaan akrabnya.(ikf)

menteri menunda pemilihan rektor untuk batas waktu yg tidak ditentukan…..keputusan yg tepat
banggakan itu hasil PTUN yg cma ada bayar.,.,yg betul provokator so lebe galau karna surat dari dikti.,.,apa yg dorang beking malah lebe menguntungkan incumbent..,.geblek bener..,.hahahaa
“Persoalan di internal biarlah internal kampus yang menyelesaikannya, jadi tolong jangan dipolitisir setiap persoalan yang ada,” kata Daniel. “Persoalan inikan hanya dikait-kaitkan dengan pemilihan Rektor yang sementara berlangsung,” lanjut Daniel sapaan akrabnya.
Kenapa ya .. setiap masalah di UNSRAT selalu di giring/dikait – kaitkan dengan Suksesi?
Begitu banyak kasus yang terjadi jauh sebelum pelaksanaan suksesi dan bahkan ketika DR awal – awal mejadi Rektor.
So … Kenapa selalu dikait – kaitkan dengan Suksesi? Apa sudah tidak ada alasan lain atau memainkan skenario sebagai orang yang ter-Zolimi?
Menyederhanakan masalah dan menggiring ke satu titik untuk mengurangi impact dan memainkan Pencitraan … Strategi yang Sia – sia apabila track record Rektor sudah tidak bagus.
Salam,
Sam
siapa yg politisir? emang bisa dilakukan pemilihan rektor? Senat yg mana?
ckckckck jelas2 ini imbas dari kasus yang sudah berkekuatan hukum tetap, kong sapa tre yang mempolitisir bilang berkaitan dengan pemilihan Rektor……Lagi GALAU stou !!!