Bisnis dan Ekonomi

OJK SulutGo Perkuat Pengawasan dan Dorong Akses Keuangan untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah

OJK SulutGo Perkuat Pengawasan dan Dorong Akses Keuangan untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Budiman Siahaan saat membawakan materi

Manado, BeritaManado.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo memperkuat pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan (market conduct) serta mendorong perluasan literasi, inklusi, dan akses pembiayaan masyarakat sepanjang 2025.

Upaya ini menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, melindungi konsumen, dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah.

Deputi Direktur Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan LMS OJK SulutGoMalut Budiman P. Siahaan mengatakan, pengawasan market conduct terus diperkuat melalui Sistem Pemantauan Perilaku (SIPERLU).

Hingga 30 November 2025, OJK telah memantau 76 iklan jasa keuangan, di mana 10 di antaranya dinyatakan melanggar dan telah diberikan surat pembinaan.

“Ini menunjukkan fungsi pengawasan berjalan efektif agar masyarakat menerima informasi yang benar dan tidak menyesatkan,” ujarnya.

Pada periode yang sama, OJK menerima 829 pengaduan konsumen, terdiri dari 719 pengaduan di Sulut dan 110 di Gorontalo. Sebanyak 717 pengaduan telah diselesaikan, sementara 111 pengaduan masih dalam proses sesuai standar layanan 10 hari kerja.

Keluhan terbesar datang dari Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), mencapai 27 persen dari total pengaduan, termasuk kesalahan pelaporan kredit oleh pelapor dan masyarakat yang tidak merasa melakukan pinjaman.

Permintaan layanan SLIK juga meningkat signifikan. Hingga November 2025, permintaan SLIK melalui idebku.ojk.go.id mencapai 9.748 permintaan, atau naik 132,53 persen dibandingkan total 2024.

Tingginya permintaan ini dinilai menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap jejak rekam kredit.

Literasi dan inklusi keuangan meningkat, tapi pemahaman masih perlu diperkuat

OJK juga memperluas edukasi keuangan melalui berbagai kanal dan kolaborasi. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan literasi masyarakat belum setara dengan tingkat aksesnya. Misalnya, perempuan memiliki tingkat inklusi 80,28 persen, namun literasinya baru 65,48 persen.

Selama Januari–November 2025, OJK SulutGoMalut menyelenggarakan 102 kegiatan literasi dengan 699.433 peserta serta 41 kegiatan inklusi yang memberikan akses keuangan baru kepada 12.988 peserta. Edukasi juga menyasar kelompok prioritas seperti pelajar, UMKM, petani, penyandang disabilitas, hingga masyarakat 3T.

Program nasional seperti Global Money Week, Bulan Literasi Keuangan, Hari Indonesia Menabung, dan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) diperkuat dengan pendekatan tematik. Sepanjang BIK 2025 di Sulut, terdapat 91 kegiatan edukasi dan 11.280 pembukaan rekening baru, dengan nilai total Rp3,14 miliar.

Di sisi digital, Instagram @ojk_manado memproduksi 753 konten edukasi, menjangkau lebih dari 245 ribu penonton. Kanal radio juga dimanfaatkan untuk menjangkau 681.316 pendengar, termasuk masyarakat di pelosok yang terbatas akses internet.

Percepatan akses keuangan melalui TPAKD dan program melawan rentenir

Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), OJK memperkuat ekosistem pembiayaan produktif, terutama bagi UMKM dan sektor unggulan daerah.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) yang menyalurkan total plafon Rp214,20 miliar kepada 6.203 debitur hingga Oktober 2025.

Skema KUR Bohusami juga menunjukkan realisasi signifikan. Porsi terbesar adalah Ba Tibo sebesar Rp100,85 miliar (47,08 persen), disusul Ba Pasiar Rp37,89 miliar (17,69 persen).

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara