Bisnis dan Ekonomi

OJK: Sektor Jasa Keuangan Indonesia Tetap Tangguh Meski Ekonomi Global Bergejolak

OJK: Sektor Jasa Keuangan Indonesia Tetap Tangguh Meski Ekonomi Global Bergejolak
Sektor jasa keuangan Indonesia masih tangguh

Penulis: Sri Surya

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) nasional tetap terjaga meski perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, tekanan inflasi, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara.

Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026.

Penegasan itu disampaikan dalam hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK yang digelar pada 1 Juli 2026.

OJK menilai ketahanan sektor keuangan nasional masih kuat berkat dukungan kebijakan yang tepat serta tetap terjaganya fungsi intermediasi lembaga jasa keuangan.

Menurut OJK, kondisi global masih dipenuhi tantangan. Meski ketegangan di Timur Tengah mulai mereda sehingga tekanan terhadap harga energi global berkurang, risiko geopolitik tetap harus diwaspadai karena potensi eskalasi konflik masih terbuka.

Di sisi lain, perekonomian dunia menunjukkan tren yang berbeda di setiap kawasan. Amerika Serikat masih ditopang pasar tenaga kerja yang kuat, namun inflasi kembali meningkat.

Sementara itu, Tiongkok masih menghadapi lemahnya konsumsi domestik dan investasi swasta, sedangkan Eropa belum sepenuhnya pulih akibat permintaan yang masih rendah.

Situasi tersebut mendorong lembaga  internasional menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia. OECD memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 2,8 persen, sedangkan World Bank memperkirakan hanya mencapai 2,5 persen.

OJK menilai prospek ekonomi global masih dibayangi lemahnya permintaan dunia, perlambatan ekonomi Tiongkok, hingga kebijakan suku bunga tinggi yang diperkirakan berlangsung lebih lama. Kondisi tersebut memengaruhi selera risiko investor di pasar keuangan internasional.

Sementara itu, di dalam negeri sejumlah indikator ekonomi menunjukkan moderasi. Aktivitas manufaktur melemah, surplus perdagangan menyempit, serta cadangan devisa mengalami penurunan.

Meski demikian, stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga berkat sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang ditempuh pemerintah bersama Bank Indonesia.

Sebagaimana yang disampaikan dalam laporan hasil RDKB Juni 2026, OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga didukung oleh meredanya tekanan eksternal dan respons kebijakan yang memadai.

Ketahanan sektor jasa keuangan juga tercermin dari masih terjaganya fungsi intermediasi perbankan, pasar modal, industri asuransi, pembiayaan, hingga sektor keuangan digital.

Berbagai indikator utama masih menunjukkan kondisi yang relatif sehat meski tekanan eksternal belum sepenuhnya mereda.

OJK menegaskan akan terus memperkuat pengawasan terhadap seluruh sektor jasa keuangan agar stabilitas sistem keuangan tetap terjaga.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus memastikan sektor keuangan tetap mampu mendukung pembiayaan dunia usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain menjaga stabilitas, OJK juga terus memperkuat pelindungan konsumen, meningkatkan literasi keuangan masyarakat, serta mempercepat pengembangan inovasi sektor jasa keuangan agar mampu menghadapi dinamika ekonomi global yang terus berubah.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara