
Jakarta, BeritaManado.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong transformasi digital di sektor jasa keuangan sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi, memperkuat inovasi, dan melindungi konsumen.
Dalam Siaran Pers RDKB Oktober 2025, OJK mencatat perkembangan pesat pada sektor aset kripto, fintech, dan inovasi teknologi keuangan (ITSK).
Transaksi Kripto Meningkat 27 Persen
OJK melaporkan, hingga Oktober 2025 terdapat 1.301 aset kripto yang dapat diperdagangkan di Indonesia dengan 18,61 juta konsumen aktif.
Nilai transaksi aset kripto pada Oktober mencapai Rp49,28 triliun, naik 27,64 persen dibanding September 2025, sehingga total transaksi sepanjang tahun 2025 mencapai Rp409,56 triliun.
Selain itu, OJK telah memberikan izin kepada 29 entitas di ekosistem perdagangan aset kripto, termasuk 1 bursa kripto, 1 lembaga kliring, 2 kustodian, dan 25 pedagang aset keuangan digital (PAKD).
Dorong Inovasi Lewat Sandbox dan Fintech Summit
Hingga Oktober 2025, OJK telah menerima 272 konsultasi dari calon peserta regulatory sandbox dan menyetujui 9 peserta uji coba model bisnis digital, termasuk tokenisasi emas dan surat berharga.
OJK juga berkolaborasi dengan Bank Indonesia menyelenggarakan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo 2025, yang dihadiri lebih dari 17 ribu peserta dari kalangan industri, akademisi, dan masyarakat.
Fokus Perlindungan Konsumen
Dalam bidang pelindungan konsumen, OJK mencatat 422.428 permintaan layanan dan 43.101 pengaduan yang diterima hingga Oktober 2025 melalui Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK).
OJK juga memperkuat layanan Kontak 157 yang kini beroperasi 24 jam setiap hari untuk membantu masyarakat mendapatkan informasi dan solusi terkait keuangan.
Selain itu, melalui Satgas PASTI, OJK bersama Kementerian Komunikasi dan Digital berhasil menutup 1.556 pinjaman online ilegal dan 285 investasi ilegal sepanjang Januari–Oktober 2025.
OJK terus memperkuat pengawasan, tata kelola, dan inovasi digital guna menciptakan ekosistem keuangan yang sehat, aman, dan inklusif bagi masyarakat.
(***/srisurya)
