Berdasarkan World Health Organization, untuk orang Asia, apabila hasil BMI-nya di bawah 18,5 maka tergolong kurus, sementara BMI 18,5-22,9 termasuk kategori normal.
“Masyarakat perlu lebih waspada apabila hasil BMI mencapai angka 23,0-24,9 karena sudah termasuk overweight, 25-29,9 termasuk kategori obesitas tingkat I, dan ?30 dinyatakan obesitas tingkat II,” jelas dr. Marya.
Yusra Egayanti, S.Si, Apt, MP, Koordinator Standardisasi Pangan Olahan Keperluan Gizi Khusus, Badan POM RI, mengatakan, cermat membaca label kemasan pangan olahan dapat membantu masyarakat lebih bijak dalam konsumsi gula dan terhindar dari risiko obesitas.
Masyarakat harus selalu memperhatikan empat informasi nilai gizi dalam label kemasan yaitu jumlah sajian per kemasan, energi total per sajian, zat gizi (seperti lemak, lemak jenuh, protein, garam/natrium, dan karbohidrat (termasuk gula)) dan persentase AKG (Angka Kecukupan Gizi) per sajian.
“Idealnya, dalam sehari, masyarakat dapat mengonsumsi tidak lebih dari, gula sebanyak 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan, garam sebanyak 5 gram atau setara dengan 1 sendok teh, dan lemak total sebanyak 67 gram atau 5 sendok makan,” ungkap Yusra.
Susana, S.T.P., M.Sc., PD.Eng., Head of Strategic Marketing Nutrifood menyatakan, Nutrifood selama lebih dari 42 tahun berkomitmen untuk menginspirasi masyarakat Indonesia untuk implementasikan gaya hidup sehat, terlebih di masa pandemi saat ini.
“Untuk itu, kami menyadari pentingnya komitmen yang berkelanjutan dan kolaborasi bersama mitra strategis seperti Kementerian Kesehatan RI dan Badan POM RI. Sejak 2013, kami secara konsisten mengedukasi tenaga kesehatan, komunitas, dan masyarakat melalui kampanye Cermati Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak serta Baca Label Kemasan. Kami berharap melalui Festival Komunitas ‘Beat Obesity’ hari ini dapat memperluas wawasan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak muda, komunitas kuliner dan kesehatan, serta masyarakat umum tentang pentingnya batasan konsumsi gula untuk membantu mereka terhindar dari risiko obesitas dan diabetes,” ucap Susana.
Susana pun menambahkan, komitmen Nutrifood dalam mengedukasi hidup sehat juga diterapkan bagi karyawan mereka sendiri.
“Sebagai wujud kepedulian kami kepada karyawan, Nutrifood mengadakan program Beat Obesity untuk membantu karyawan dengan status overweight dan obesitas menjalani program hidup sehat dan penurunan berat badan. Berlangsung sejak Maret hingga September 2021 (6 bulan), program ini diikuti oleh 132 karyawan yang ingin menurunkan berat badannya. Karena pandemi, hampir seluruh program pendampingan diadakan secara virtual, yang terdiri dari medical check up, survei kebiasaan hidup sehat dan pembentukan support group, serta berbagai aktivitas olahraga secara mandiri maupun kelas virtual, edukasi kesehatan, penyediaan makan siang khusus bagi karyawan yang berlokasi di pabrik, dan konsultasi kesehatan dengan dokter,” jelas Susana.
Lanjutnya, setelah menjalani program ini selama 6 bulan, hampir 80 persen peserta program ini mengalami penurunan berat badan rata-rata 4,5 kg. Sebagian di antaranya bahkan mengalami penurunan lebih dari 10 kg berat badan. Meskipun program ini masih belum sempurna, kami senang dapat memberikan manfaat untuk mendukung karyawan kami menjadi lebih sehat dan meningkatkan kualitas hidup mereka dan keluarga,” tutup Susana.
Marcellino Indrawan, The New L-Men of The Year 2021 sekaligus seorang Health Influencer menceritakan perjalanannya dalam menurunkan berat badan dan menjalani gaya hidup sehat.
“Pada awal tahun 2021, berat badan saya mencapai angka 90 kg. Sejak saat itu, saya berusaha konsisten dalam menjaga asupan nutrisi, membatasi asupan gula, aktif berolahraga, dan beristirahat, di tengah-tengah kesibukan saya sebagai seorang managing director di sebuah perusahaan. Dalam waktu 10 bulan, kini berat badan saya mencapai 76,5 kg, dengan massa otot yang lebih tinggi. Tidak hanya itu, saya merasakan manfaat dengan menjalani gaya hidup yang lebih sehat, di mana fisik terasa lebih fit, performa lebih optimal dan produktif dalam beraktivitas, dan hidup terasa jadi lebih berkualitas. Saya mengajak teman-teman di sini, khususnya yang masih muda untuk mulai menjalani gaya hidup sehat sejak dini untuk hidup yang lebih produktif dan berkualitas,” jelas Nino.
(***/srisurya)
