Berita Utama

Nazarudin Sebut Nama Olly Dondokambey di Proyek Gedung Pajak

Olly Dondokambey

Olly Dondokambey

Jakarta – Mantan bendahara DPP Partai Demokrat Muhammad Nazarudin, kembali buka kartu soal keterlibatan sejumlah legislator Senayan yang menerima uang pada proyek pemerintahan. Nama Ketua DPD PDIP Sulut, Olly Dondokambey, ikut disebutnya.

Olly yang duduk di Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, menurut Nazar menerima uang dari proyek gedung pajak. Hal itu sudah disampaikannya ke penyidik KPK.

“Kalau proyek gedung pajak, Olly Dondokambey, semua sudah dilaporkan, ada beberapa teman DPR yang lain semua sudah dilaporkan secara jelas yang menang Adhi Karya, sudah dijelaskan secara detil,” urai Nazar usai diperiksa di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan, Rabu (31/7).

Dia juga membeber keterlibatan beberapa nama lain, seperti politisi Golkar Setya Novanto dan mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum, ikut menerima gelontoran dana dari proyek bernilai miliaran bahkan triliunan rupiah, diantaranya pengadaan e-KTP, pembelian pesawat MA 60 oleh maskapai Merpati. Dana tersebut dibagi-bagikan ke anggota DPR RI dalam bentuk dollar. (dtc/adyputong)

30 tanggapan untuk “Nazarudin Sebut Nama Olly Dondokambey di Proyek Gedung Pajak”

  1. Maar…
    Kalu suruh pilih, lebeh bae Robbin Hood daripada ada tu laeng2 dapa lia bagus diam2, nintau, so poo calana sto…:)

    Ni kasta satu ini memang brani dia, bekas boss panitia anggaran ada tu so malintuang, boss2 banggar banyak so tumingkas..

    Kong kyapa tong pe boss ini dapa lia babadiam mar BRANI Skali?????

    Cuman da dua:
    1). Percaya diri karna benar.
    2). Kalo istilah da main ampa daong, dia da pegang 4 Kartu AS di tangan…..

  2. Mari kita obyektif saudara saudara,
    sedangkan sampai saat ini KPK cuma dapa pa anas itu gratifkasi kendaraan alphard. Torang kwa banyak bicara karena mis judge orang. tidak kenal langsung pa Olly D, kalau kalian kenal orangnya pasti tidak begitu. kalaian akan tahu bagaimana visi misi dan keberanian beliau memperjuangkan pembangunan di Sulut. Minahasa khususnya. banyak contoh karena org minahasa , manado bagini torang susah maju. Bakaca pa Kotamobagu dan Bolaang jalan jalannnya sudah bagus pembangunan lancar karena mereka bersatu. Apapun yg torang bilang musti ada torang org kuat yg bisa bicara di banggar di Pusat.
    Namun entah apa ada di benak torang sampai so hakimi org.
    Kenal dulu beliau baru kase komentar. Sama dengan ppak Gubernur torang kenal baik baik tindak tanduk beliau baru bicara. Sampai saat ini belum ada gubernur Sulut sebelumnya yg sama visioner dengan SHS. Mari torang menyadari bahwa cuma ada satu pemimpin dan belajar untuk tidak menghujat pemimpin sendiri. Berkat Tuhan itu datang kepada masing masing dan sudah ditentukan. Kalau torang masih percaya betul betul akan adanya Tuhan.

  3. kader PDIP :

    nazaruddiiiinnn….

    boong kau..!!!! gak mungkin ollie korupsi….!!!

    kalau yang lain mungkin benar tapi olie gak mungkiiinn…

    kan dia robinhood pujaan PDIP Sulut yang Sulit dilengserkan….

    hahahahaha….!!!!

    nazarudiiin….olinudiinnn…perungudin…t-manudin…

    hahahaha…

  4. Nazaruddin Juga Sebut Olly, Selain Andi dan Anas

    Penulis: ags | 07/12/2012.

    Jakarta – Ketua PDIP Sulut, Olly Dondokambey tampaknya bakal tidak tidur tenang. Ya, pasca pengunduran diri Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Andi Alfian Mallarangeng yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus Hambalang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), banyak pihak berharap pengusutan tidak berhenti di situ.

    Nama Olly yang juga personil DPR RI utusan Sulut ini disebut-sebut sebagai salah satu aktor, bersama Andi dan Anas Urbaningrum oleh Muhammad Nazaruddin.

    http://beritamanado.com/politik-pemerintahan/nazaruddin-juga-sebut-olly-selain-andi-dan-anas/145492/

    “Uang Rp 100 miliar itu kesepakatan Anas sama PT Adhi Karya. Rp 50 miliar buat Anas, Rp 10 miliar buat Mirwan dan Olly. Rp 10 miliar buat Mahyudin, Rp 5 miliar buat Mukhayat, dan Rp 5 miliar buat Wafid, Rp 20 miliar untuk Menpora,” kata Nazar beberapa waktu lalu. Pernyataan Nazaruddin ini pun mereka bantah dalam sejumlah kesempatan.(kcm/aha)

    Jakarta – Mantan bendahara DPP Partai Demokrat Muhammad Nazarudin, kembali buka kartu soal keterlibatan sejumlah legislator Senayan yang menerima uang pada proyek pemerintahan. Nama Ketua DPD PDIP Sulut, Olly Dondokambey, ikut disebutnya.

    Olly yang duduk di Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, menurut Nazar menerima uang dari proyek gedung pajak. Hal itu sudah disampaikannya ke penyidik KPK.

    gw tulis lagi, barangkali kurang jelas…

    Nazarudin Sebut Nama Olly Dondokambey di Proyek Gedung Pajak

    Penulis: weik | 01/08/2013.
    “Kalau proyek gedung pajak, Olly Dondokambey, semua sudah dilaporkan, ada beberapa teman DPR yang lain semua sudah dilaporkan secara jelas yang menang Adhi Karya, sudah dijelaskan secara detil,” urai Nazar usai diperiksa di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan, Rabu (31/7).

    Dia juga membeber keterlibatan beberapa nama lain, seperti politisi Golkar Setya Novanto dan mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum, ikut menerima gelontoran dana dari proyek bernilai miliaran bahkan triliunan rupiah, diantaranya pengadaan e-KTP, pembelian pesawat MA 60 oleh maskapai Merpati. Dana tersebut dibagi-bagikan ke anggota DPR RI dalam bentuk dollar. (dtc/adyputong)

  5. Komentar Nazarudin terhadap Andi Malaranggeng dan Anas berarti salah??? Kong Anas dgn Andi so tersangka….OD bgmana?

  6. Dari pilkada sitaro. Petarung banyak mulu. Selalu mana bukti mana bukti.. org mo ba paande ba pancuri beda deng org cuma tiap malam duduk di pal muka jalan..

  7. [email protected] sobat, dulu waktu Pilkada Sitaro, kita dukung 10000 persen Anda pe koment.. Kalo sekarang,sorry_rupanya harus berbeda. Soalnya Ton Su beda 180 derajat deng Olly..Artinya kalo benar katakan benar..Anda pe konter koment kurang bisa diterima. SATU: Anda bilang mau cari bukti korupsi ?? Sobat, sampe kiamat Koruptor — lebeh lihay dari KPK. DUA. Bagi doi buat gereja n Pendeta atas beban APBN?? Pake Proposal.. ??? Hehehe..ittu cuma alibi.. TIGA: OD bagi bagi langsung tu DOI ??? Terlalu biongo kalo OD turun langsung ke Pemilih.. Tantu lewat TS yg bermarkas di OD Center. EMPAT: Marzuki Ali n Budiono pasti dapa ika kalo kena kasus hukum. So bagitu kita pe Kawanua Klabat OD, kurang tunggu waktu..Marijo- torang BATARUH kalo —-……NB: bole kase info OD pe usaha dulu, soalnya Sobat bilang dia pengusaha. Kita Tuama Klabat nenta dia Bisnis apa..Kalo usaha CATERING stou pasti laeris karena Tonsea terkenal KINETOR..hehehehehe..

  8. minta maaf jo for smua ats komentnya…bagi Nazarudin klo berbicara fakta harus ada buktinya…semua yg dibicarakannya hanya berdasarkan asumsi belaka, di duga motif politik juga ada krn olly adalah Bendahara umum PDIP jdi jgn seenaknya menuduh!!! Herannya lagi mengapa aparat penegak hukum tdk mengakomodir pernyataan Nazarudin apakah bisa di tuntut pencemaran nama baik atau tdk??? krn ini menyangkut kepentingan Pak Olly menuju SULUT 01. jelas OLLY yg pegang Kas keuangan di PDIP bkn berarti uang itu tercampur pundi2 korupsi…jdi semua biaya Pilkada didaerah hrs melalui dia itupun ats prstujuan Ketua Umum dan sekjen PDIP…buat smua biarlah penegak hukum yg membuktikannya jgn pikiran qt hnya terkontaminasi lewat informasi2 yg tdk jelas kebenarannya. TORANG SAMUA BASUDARA

  9. @T–man, kelihatannya anda org dekat OD. Pas-pas noh, ngana jawab dl kamari wkt pilkada kalu dr mana itu doi yg diperkirakan — M. Dgn pas noh ngana jawab kamari olly pe doi dari mana yg kalu month hitung dr gaji DPR tarulah 1OO jt / bln x 12 X 5 tahun = 6 M. Itu perkiraan tertinggi. Jadi ngana jawab kamari ato kalu ngana nda dapa jawab karena nentau, ngana pikir jo sandiri pake logika. Kalu masalah olly berbage doi, pe bolotu le ngana, masak dya month berbage langsung tu doi. Hahahahahaha kira stou BLSM

  10. Tuama klabat,memang kalo cuma menduga2 dan mengira2 semua org bisa,olly seblm dewan adalah seorg pengusaha,kedua mana buktinya olly hambur2kan. Waktu pilkada?ketiga itu buat2 pendeta semua ada proposal dan bantuannya di atur di APBN yg pasti semua sesuai prosedur.keempat yg ini beking tatawa mo jawab kalo angie dapa ika berarti dia ada kasus hukum kita bisa blg knp marzuki alie ketua DPR nda dapa ika,boediono wapres nda dapa ika.sekali lagi jgn cuma menduga2 harus ada bukti,dan yg pasti dari 6 wakil sulut dpr hanya olly yg plg menonjol melobi2 proyek utk sulut dan itu tdk bisa di sangkal

  11. Sebenarnya sederhana jawab pertanyaan: SATU: Dulu OD sebelum pigi Senayan bagaimana, lalu sekarang jadi tuan tanah di Minut..DUA: hambur-hambur uang Pilkada Kabupaten / Kota di Sulut..Dari Mana tu doi..TIGA: Bagi bagi doi buat Gereja gereja dengan Pendeta pendeta…Dari mana tu doi. Empat: ANGIE cuma anggota so dapa ika.

  12. **____P Demo crazy IP//
    Hambur uang di pemilukada????? ngana ada lia olly berbage doi???

    ngana tanya dari mana olly pe Doi???
    Ngana mo suka tau dari mana olly pe doi???

    Ngana mo suka tau..?

  13. Hahahaha.. Santai saja T–Man, sorry qt cm tau sdkt internal PDIP. Yg qt tau olly hambur doi bayar suara di semua pilkada. Malahan di kotamobagu olly pura2 kampanye for Djelas mar dya pe doi pigi pa TB-Jadi. Karena komitmen dgn sesama anggota DPR Yasti Suprejo. Persoalannya skrg dr mana olly pe doi itu? Dulu dya berangkat ke Jakarta (DPR RI) keberadaannya seperti apa. Sekarang????? Woooooowwww.
    Jadi Dorang pe judul sinetron “Kisah Juragan Gedung Pajak dan Merpati” kong klar itu dorang main sinetron yg berjudul “Nikmat Membawa Sengsara”. Hohohohohoy

  14. ______***P Demo crazy IP////….
    Maksud Anda Tumbal Apanya,,’????
    Olly gigit jari????

    Anda tau apa mengenai OD???
    Anda tau Apa mengenai internal PDIP sulut???
    JWS JS TS TB dan Olly anda tau apa JuduL sinetron Mereka??

  15. Kyapa TMan?
    Kurang netral so kita?

    Baca bae2 kwa kita da tulis,
    Si ODK ditanya dia cuma tatawa akang si tukang ngigau, ODK bilang Waktu ‘Gedung Pajak Baru’ di tenderkan dan dimulai proyeknya, waktu itu dia belum jadi anggota DPR-RI, ,,bagitu!

    Makanya skarang si burung Naza terakhir koment so nda sebut2 ODK dia cuma bilang yg Gedung Pajak, Bringin kata..

    KPK deng tu opurtunis memang lagi cari keadilan merata buat tu kartu2 As partai besar…
    PD dan PKS sudah….skarang kurang PDIP deng PG
    Kalau Golkar dorang urut dari atas ARB sampe kabawah baru ketemunya ke yang suka terima uang di partainya alias bendahara Setya Novanto.
    Begitu juga PDIP di urut cari2 salahnya Mega sampai kebawah memang susah, dan yg gampang di “dikerjain” ya si OD tukang terima uang alias bendahara…
    Memang bendahara dari kelas Kolom/RT adalah posisi yg panas….

    Memang mereka tukang terima uang!

    Klo di DPR, yang saya heran dan agak bingung, bos-bos banggar pada kabur semua tapi si OD tenang saja di banggar terus, kenapa?
    Ada dua kemungkinan jawabannya, pertama mereka yg masih di banggar memang benar2 bersih dan yang kedua mereka punya kartu TRUF…makanya kaga takut mereka.

    Kalian bisa melihat kan begitu ‘amatirnya’ orang banggar seperti Nazar(PD)dan WaOde(PAN)ketika mereka bernyanyi, Nazar sudah kaya pendekar mabuk hantam sana-sini dan yang kena paling yg sering jalan bareng sama dia model Anas,Andi, Angie dan malahan tidak berani lagi dia sebut2 Ibas, knapa????
    WaOde, hantam sana sini kaya pendekar mabuk juga muncul dan jadi bintang kejora di TV, sebut nama OD, Melkias, semua pipmpinan DPR dkk korup. Waktu itu rakyat RI sempat di yakinkan dan menganggap SI Waode ini kaya WOnderGirl anti korup. Mereka koar2 besar tapi bukti sedikit, Nasar CDnya nda tahu kemana, Waode surat2 buktinya nda tau kemana, padahal mereka berdua orang banggar juga….Klo mereka pinter, waktu mereka korup harusnya mereka diam2 mata2in dan copy/simpan banyak info internal banggar supaya klo mereka kena jadi gampang klo mo ajak2 teman masuk sel!

    Nah…disini kecurigaan saya dengan dua bendum yg di pojokin nazar ini,,Jangan-jangan mereka berdiam trus di banggar dan cuek saja sepanjang tahun kalau di tuduh2in karena lagi siap2in counter attack!

    Kalau saya OD atau S.Novanto saya kumpulin semua data2 korup di DPR dari ‘A’ to ‘Z’….
    Dan nanti ketika uang2 yg katanya Nazar di bagikan untuk semua fraksi (so pasti harus bendum yang trima) terbukti sebagai korupsi,,,, Saya Bongkar Semua dengan data2 sahih bukan cuma koar2!

    Appocalypse RI…..(koruptornya).

  16. @T–Man, skrg mmg masanya PDIP yg menang. Itu trg so akui. Tapi rupanya itu kemngan rupanya minta tumbal. Kesimpulannya Olly yg menanam JWS JS TS TB yg munuai. Olly gigi jari.

  17. **Khusus Untuk Warga Sulut…saya sarankan Anda untuk mengganti Nama,,,,,,,,Mungkin Tepatnya : “WARGA SULIT”

    Mohon di pertimbangakan masukannya.

  18. semua yg komen di sini “””..sebelum saya..”””

    Merekalah Korban Keganasan Banteng yang lukanya Belum juga sembuh..sulitnya mencari pengobatan.

    yaaa..begitulah kalau pertarungan di Akhiri dengan kekalahan.., stress, frustasi, nyeri di dada, merasa Cemas dan Tegang diselingi dengan sedikit ngawurr’..hahhhahhhaaaaaa..haaaa..

    MAJU BANTENG!!!!

    ________________________________________salam perjuangan]]]

  19. KPK harus segera menindaklanjuti apa yang disampaikan Nasarudin, ini penting siapa tahu dana2 yang di pakai selama pilkada di daerah SULUT semuanya berasal dari hasil korupsi..seperti yang disebutkan warga sulut?? mohon KPK harus cepat buktikan sebelum pilkada Gubernur SULUT..!!!!!

  20. masyarakat SULUT yang tercinta. Soal ODK ini dapa lia cuma menunggu waktu saja. Semua akan terungkap!!!!!

  21. Mencoba membela diri untuk kebenaran:
    “Kan waktu proyek Gedung Pajak di putuskan dan dimulai, saya kan belum anggota DPR-RI”

    Ini yang ngigau siapa?

  22. Pupus sudah ambisi menjadi Gubernur Sulawesi Utara. Mungkin juga dana yang di pakai sewaktu Pilkada di hampir semua Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara menggunakan dana korupsi ya ??? Siapa tau demikian ! Inilah “Kader PDIP”.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara