Penyempurnaan konten maupun cara-cara pembelajaran telah dilaksanakan bersama para perwakilan guru dari berbagai daerah di Sulawesi Utara, setelah melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Sudah beberapa kali workshop sukses digelar bersama para guru, yaitu di Kantor Bupati Minahasa, Kantor Walikota Tomohon, SMA Lokon Santo Nikolaus Tomohon, dan SMA Negeri 1 Tomohon. Uji coba penyampaian mulok itu kepada para siswa juga sudah beberapa dilakukan.
Buku ajar mulok, panduan guru, suplemen bacaan, dan catatan-catatan workshop kemudian kami serahkan kepada Pemerintah Provinsi.
Namun sungguh sayang, hingga saat ini mulok tersebut belum juga ditetapkan dan diluncurkan.
Padahal, jika mulok itu berjalan, Sulawesi Utara akan menjadi provinsi pertama yang mendidik generasi mudanya dengan wawasan geologi dan potensi energi terbarukan unggulan daerah.
Kini kita berada dalam situasi pandemi. File-file elektronik dari materi mulok itu sangat memungkinkan untuk dikonversi menjadi bahan-bahan pembelajaran daring yang fleksibel, bahkan bisa dimodifikasi dengan kreativitas para pengampu. Kamipun tak merasa lelah mendampingi jika diperlukan.
Bumi Nyiur Melambai pasti membutuhkan putra-putri penerus kepahlawanan Arie Lasut. Putra-putri yang paham sejak dini bagaimana menjaga dan mengelola sumber daya negerinya berlandaskan ilmu pengetahuan dan rasa cinta, sehingga bangsanya sejahtera dan selamat dari bencana.
Penulis: Dr. Pri Utami
Pusat Penelitian Panas Bumi, Universitas Gadjah Mada
Baca juga:
- Memetik khasiat bunga krisan dengan energi geothermal: Cara baru Festival Bunga Tomohon
- Terdampak Pandemi COVID-19, Budidaya Bunga Krisan di Kota Tomohon Tidak Surut
- Pemanfaatan Energi Geothermal Untuk Memajukan Industri Kacang Kawangkoan
