Ratahan – Meski kebutuhan stok kopra tinggi namun sebagian besar petani kelapa di Kabupaten Mitra memilih untuk tidak mengolah hasilnya. Lantas apa penyebabnya?
Menurunnya minat petani kelapa untuk mengolah hasil panen setia 3-4 bulannya dikarenakan anjloknya harga kopra. Akibtanya petani pun membiarkan hasil panen kelapa di area-area perkebunan sampai mengeluarkan tunas.
“Bagaimana akan mengelola kelapa, sedangkan biaya operasional sudah tak berbanding dengan harga penjualan. Makanya, hampir semua petani engan melakukan panen,” ujar Marten Damongilala, petani kelapa asal Silian Raya.
Pemkab Mitra sebdiri melalui Kepala Bappeda Ir Moody Rondonuwu ketika dikonfirmasi mengatakan, penurunan produksi kelapa akan mempengaruhi perkembangan Mitra, khususnya pertumbuhan ekonomi. Apalagi komiditi kelapa merupakan icon Mitra.
“Ini memang cukup mengkhawatirkan. Sebab hal tersebut dapat mempengaruhi pendapatan domestik regional bruto Mitra, khususnya pada sektor perkebunan karena kelapa menjadi salah satu penyumbang terbesar,” jelas Rondonowu.(dul)
