
Manado, BeritaManado.com — Menjelang pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah (Pesparani) I Tingkat Provinsi Sulawesi Utara yang dijadwalkan pada 17–21 November 2025 di Manado, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Sulawesi Utara menggelar Musyawarah Daerah (Musda) dan Rapat Teknis, Jumat (17/10/2025).
Kegiatan berlangsung pukul 10.00–16.00 WITA di Hotel Ibis Manado–Boulevard (depan Mantos 1). Pelaksanaan Musda dan Rapat Teknis ini terselenggara berkat sinergi antara Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, LP3KD Sulut, dan Panitia Pesparani Katolik Daerah I.
Pesparani I Sulut menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya provinsi ini menyelenggarakan ajang paduan suara liturgi Katolik tingkat daerah yang melibatkan peserta dari seluruh kabupaten/kota. Selain menjadi lomba seni liturgi, Pesparani juga menjadi sarana pembinaan iman, persaudaraan, serta penguatan moderasi beragama.

Tiga agenda utama menjadi fokus kegiatan, yakni:
1. Penetapan venue (lokasi) lomba
2. Penetapan jumlah peserta per kategori
3. Penetapan jadwal naik panggung melalui mekanisme cabut undi
Musda dan Rapat Teknis dibuka secara resmi oleh Biro Kesra Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, diwakili Kepala Bagian Bina Mental Spiritual, Albert Mamarimbing, mewakili Gubernur Sulawesi Utara.
Dalam sambutannya, Mamarimbing menegaskan komitmen pemerintah terhadap pembinaan kehidupan beragama melalui kegiatan Pesparani.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sangat mendukung penuh Pesparani I ini sebagai ajang memperkuat kerukunan, memperkaya budaya liturgi, dan membina mental spiritual umat. Gubernur berharap Pesparani ini berjalan sukses dan menjadi kebanggaan daerah,” ujarnya.

Persiapan Matang dan Sinergi Lintas LembagaKetua Harian LP3KD Sulut, Janny Kopalit, menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh demi suksesnya penyelenggaraan perdana ini.
“Pesparani I bukan hanya soal lomba menyanyi, tetapi tentang merayakan iman dan memperkuat identitas liturgi Katolik di Sulawesi Utara. Karena itu, Musda dan rapat teknis ini menjadi fondasi utama pelaksanaan yang tertib, profesional, dan bermartabat,” tegas Kopalit.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulut yang diwakili Pembimas Katolik sekaligus Sekretaris LP3KD Sulut, Joula P. Makarawung, menyampaikan dukungan penuh dari Kementerian Agama.
“Kemenag berkomitmen mendukung Pesparani sebagai wadah pembinaan umat. Melalui koordinasi lintas lembaga seperti ini, kita memastikan aspek spiritual, teknis, dan administrasi berjalan seimbang demi menghasilkan penyelenggaraan yang berkualitas,” ungkap Joula.
Ketua Umum Panitia Pesparani I Sulut, Louis Schramm, juga menegaskan pentingnya partisipasi dan kolaborasi seluruh pihak.

“Kami mengajak semua kabupaten/kota untuk terlibat aktif. Pesparani adalah milik bersama. Jika kita bergerak dalam semangat kolaboratif, Pesparani I Sulut akan menjadi ajang yang membanggakan, bahkan bisa menjadi contoh nasional,” tuturnya.
