
Manado, BeritaManado.com — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dan Menteri koordinator bidang perekonomian Airlangga Hartarto tidak seirama soal diskon tarif listrik.
Dilansir dari Suara.com jaringan BeritaManado.com Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku belum mendapat laporan terakit rencana pemerintah memberikan diskon tarif listrik pada bulan Juni-Juli.
Pemberian diskon tarif listrik ini merupakan stimulus ekonomi pemerintah kepada rakyat yang diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menurut Bahlil, dalam mengeluarkan kebijakan stimulus, harusnya ada pembahasan lebih lanjut antar Kementerian ESDM dan pemangku kepentingan lain.
Pembahasan ini, untuk membahas mekanisme stimulus yang diberikan masyarakat.
“Kalau ada pemotongan atau apapun dalam mekanismenya, selalu ada pembahasan dulu, ya. Pembahasannya selalunya, biasanya, ada kementerian ESDM,” ujar Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/5/2025).
“Saya nggak tahu apakah di teknis sudah ada atau belum, saya belum tahu. Yang jelas sampai hari ini saya belum mendapat laporan itu (diskon tarif listrik),” ucap dia.
Bahlil menuturkan, jika kebijakan ini memang akan digulirkan, dirinya akan mempelajari terlebih dahulu.
Kemudian, Ketua Umum Partai GOLKAR ini juga akan berkoordinasi dengan Kementerian terkait, apalagi ini terkait dengan subsidi.
“Kita pelajari semuanya, untuk rakyat sudah pasti kita pelajari. Tapi kita harus perhatikan juga negara. Terus kalau bicara subsidi, tidak terlepas dari harus ada komunikasi dengan Kementerian ESDM, keuangan,” ucap dia.
Setalah itu, Bahlil melanjutkan, jika pemangku kepentingan ini menyetujui kebijakan diskon tarif listik ini, baru Kementerian ESDM meminta PT PLN (Persero) untuk mengimplementasi.
“Dan setelah itu baru saya menyampaikan kepada PLN. Kalau PLN, saya yakin sudah ada surat dari ESDM,” Beber dia.
Presiden Prabowo Subianto berencana mengeluarkan kebijakan stimulus ekonomi.
Upaya ini untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Kebijakan stimulus ekonomi ini dirumuskan dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Pemerintah telah merumuskan sejumlah insentif ekonomi untuk kuartal II tahun 2025.
Insentif tersebut bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat dan menggerakkan perekonomian nasional, terutama selama periode libur sekolah di bulan Juni-Juli 2025.
“Stimulus ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal ke-2. Jadi momentum ini kita manfaatkan untuk membuat beberapa program. Nah, ini beberapa program yang disiapkan tentunya untuk mendorong pertumbuhan melalui apa yang bisa ditingkatkan melalui konsumsi,” ujar Menko Airlangga dalam keterangannya, Sabtu (24/5/2025).
