
BITUNG—Menjaga lingkungan dari ancaman kerusakan memang sangat tetap jika dimulai dari bangku sekolah. Hal inilah yang coba ditunjukkan sejumlah siswa SMP Negeri 2 Kota Bitung yang tergabung dalam green community.
Komunitas ini sendiri sudah berjalan lima tahun, dimana menurut Kepala Sekolah SMP Negeri 2, Julius Ondang, siswa diajarkan tentang bagaimana melakukan antsipasi agar alam atau lingkungan tidak terus mengalami kerusakan. “Kami hanya mengajarkan hal yang sederhana untuk menjaga lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya, pemilahan sampah hingga pengomposan, bahkan melakukan penanaman pohon,”kata Ondang.
Menurut Ondang, pada awal pembentukan green community, pihaknya terlibat langsung namun setelah itu siswa sendiri yang menjalankan komunitas tersebut hingga kini. “Jadi kakak-kakak kelas membimbing adik-adik mereka tentang bagaimana menjaga lingkungan dan kami hanya sebatas mengontrol saja. Biarkan siswa yang melakukan aktivitas tersebut agar rasa cinta lingkungan benar-benar tertanam hingga dewasam” katanya.
Kehadiran green community ini menurut salah satu aktvis lingkungan Kota Bitung, Ferdy Pangalila patut dicontoh oleh sekolah lain. Karena menurutnya, siswa diberi pemahaman dini soal bagaimana menjaga dan mencintai lingkungan, bukan hanya semata menerima mata pelajaran tapi ada wawasan lain yang diterima.
“Apalagi green community tidak hanya melakukan aktivitas di lingkungan sekolah tapi juga di alam bebas dengan cara melakukan perkemahan dan jelas ini akan mudah diingat oleh para siswa karena bisa melihat langsung kondisi alam yang sebenarnya,” ujar Pangalila yang juga kerap kali diundang green community untuk memberikan materi tentang lingkungan.(en)
