Olahraga

Menilik Jejak Para Legenda Basket dan Calon Bintang Baru Tiongkok di NBA

Ia memenangkan beberapa gelar juara bersama Guangdong Southern Tigers dan menjadi MVP liga.

Kontrak singkatnya dengan Los Angeles Lakers pada 2016 tidak membuahkan hasil.

Dia resmi pensiun pada 2023, menutup karier profesional selama 21 tahun sebagai salah satu pemain Tiongkok paling berprestasi.

ADVERTISEMENT

Kemudian, ada Sun Yue, seorang guard serbabisa dengan tinggi 2,05 meter yang dipilih oleh Lakers pada 2008.

Sayangnya dia hanya bermain dalam 10 pertandingan pada musim 2008-2009, sebagian besar waktunya dihabiskan di G League.

Walau begitu, ia menjadi bagian dari skuad juara NBA 2009.

Namun, masalah kesehatan dan menit bermain yang terbatas mengakhiri kariernya di NBA.

Sun Yue pun kembali ke Tiongkok, di mana dia memenangkan dua gelar CBA bersama Beijing Ducks dan mengakhiri kariernya bersama Beijing Royal Fighters, pensiun pada 2021.

Pada 2024, kedua tim bahkan mengumumkan rencana untuk memensiunkan jersey nomor 9 miliknya, sebuah kehormatan langka.

Hampir 10 tahun kemudian, Zhou Qi, seorang forward/center dengan rentang lengan panjang dan kemampuan memblokir tembakan, bergabung dengan Houston Rockets pada 2017.

Ia menunjukkan potensi sebagai pemain defensif, tapi kesulitan beradaptasi dengan tempo dan fisik NBA.

Zhou Qi hanya bermain dalam total 19 pertandingan selama dua musim sebelum kembali ke Tiongkok.

Di sana, Zhou Qi memulihkan performanya bersama Xinjiang Flying Tigers dan sempat bermain di kompetisi NBL Australia bersama South East Melbourne Phoenix.

Kini kembali ke CBA, Zhou Qi masih menjadi bagian penting dari tim nasional Tiongkok dan liga domestik.

Teranyar, pada 2024, NBA menyambut pemain ketujuh dari Tiongkok Daratan, Cui Yongxi, seorang guard energik dengan tinggi 1,95 meter.

Dengan menandatangani kontrak “dua arah” bersama Brooklyn Nets, Cui Yongxi melakukan debutnya di pertandingan pramusim pada 27 Oktober tahun lalu, menunjukkan potensi dengan intensitas pertahanan dan tembakannya.

Sayangnya, cedera robek ACL pada Desember 2024 tiba-tiba mengakhiri musim rookie-nya.

Namun, perjalanannya belum berakhir. Seperti para pendahulunya, Cui Yongxi kini fokus pada pemulihan untuk kembali lebih kuat.

Babak Baru untuk Yang Hansen?

Kini, semua sorotan akan beralih ke Yang Hansen.

Saat menanti nasibnya di draft, ia tidak hanya mewakili prospek besar Tiongkok berikutnya, tetapi juga berpotensi menjadi jembatan penting antara NBA dan negara dengan populasi terbesar di dunia.

Mampukah ia mengikuti jejak para pendahulunya dan menuliskan kisahnya sendiri di liga basket terbaik dunia?

(sumber: xinhuanews)