Minahasa

“Menara Lopana Beres, Pasokan Listrik Sulut Aman”

General Manajer PLN Suluttenggo Santoso Januwarsono
General Manajer PLN Suluttenggo Santoso Januwarsono

Sampai saat ini kami masih melakukan upaya penyelesaian pembangunan menara PLN Lopana Amurang. Jika tidak ada masalah lagi dan proses pembangunan menara tersebut bisa selesai secepatnya, maka kami jamin, pasokan listrik di wilayah Sulawesi termasuk Minahasa aman. Kalaupun ada pemadaman itu bukan karena disengaja – Santoso Januwarsono, General Manajer PLN Suluttenggo.

Hal itu diungkapkan Santoso di sela – sela rekreasi bersama seluruh pegawai PLN dari seluruh perwakilan yang ada, Jumat (8/11) pagi. Kepada BeritaManado.com, Manajer PLN Sektor Pembangkit Minahasa Idaman juga menambahkan, bahwa jika semua menara transmisi berada dalam kondisi baik, maka pembangkit yang ada di seluruh sektor bisa saling menyuplai pasokan listrik.

“PLN tidak pernah berniat menyusahkan masyarakat dengan melakukan pemadaman. Kalaupun ada pemadaman itu karena faktor alam dan teknis, misalnya menurunnya debit air Danau Tondano. Selain itu adanya program maintenance atau perawatan/perbaikan juga mengandng konsekuensi pemadaman sementara. Kiranya masyarakat dapat memakluminya,” ungkap Idaman. (Frangki Wullur)

2 tanggapan untuk ““Menara Lopana Beres, Pasokan Listrik Sulut Aman””

  1. Dari dulu bapak ini cuma bilang aman2 terus padahal sesungguh tidak ada yang aman dari pemadaman sama sekali.
    Masalahnya bukan air danau yang suka surut dan tower yang belum selesai. Masalah yang ada itu, si bapak ini mungkin tidak pernah menjelaskan ke pemda atau ke rakyat yg mana untuk bebsa dari semua pemadaman, kita di SUlut itu listriknya harus surplus+. Dan apalagi selama ini perkembangan kelistrikan di Sulut jauh tertingggal dari dari perkembangan pembangunan lain seperti perumahan dan Industri.

    Sampai saat ini bapak ini tidak pernah menjelaskan kalau listrik kita itu sebetulya KURANG, atau dengan kapasitas yang ada sekarang masih tidak mendukung untuk tidak byar-pet. Asal tahu saja, kalau power plantnya PLN seluruh kapasitasnya di gabung contohnya 200MW dan kebutuhan 180MW, ini bukanlah kita AMAN dan tidak ada pemadaman. Karna kalau nanti ada yang shut-down/bermasalah dan itu adalah salasatu unit terbesar contohnya yang 40MW, akan terjadi di network/jaringan ada kekurangan 20MW.
    Kalau masalah gangguan jaringan, selama Network utama kita itu dual, akan sedikit kemungkinan masalah terjadi selama kita melakukan maintenance jaringan yang baik dan terpadu. Yang tidak bisa di HOT backup itu transformernya jadi kalau ada masalah di trafo utama biasanya memang akan terjadi blackout. Tapi setahu saya masalah di trafo paling2 dua tahun sekali terjadi kalau kita benar2 serius maintenancenya.

    Ada saja solusi untuk mengatasi kekurangan dan ketidak handalan kelistrikan di Sulut ini. Salah satunya TRANSPARAN dulu, kalau memang kurang bilang saja kurang dan jangan kasih masukan ke semua lapisan bahwa semuanya OK aman terkendali.
    Saya percaya yang namanya listrik aman itu adalah adanya keandalan dan efektifnya upstream ke downstreamnya, mulai dari pembangkit yg andal dan jaringan yang mumpuni dan yang tidak kalah penting adalah perencanaan kedepannya. Melihat keadaany sekarang dan perencanaan pembangunan yang ada, saya melihat kelistrikan Sulut akan lebih menderita, dan ada baiknya kita siap2 saja menghadapinya.

    Bagi saya, formasi terbaik adalah:
    Kapasitas Listrik yang surplus + Stanby yang setara dengan unit PP terbesar yang ada.

    Jadi, dengan kondisi yang ada, please jangan pernah bilang listrik kita aman….
    Lebih baik PLN terus terang bahwa sampai saat listrik kita tidak cukup dan tidak handal karna kenyataanya memang begitu.

  2. di Tuminting Kemarin pas magrib masih mati listrik, 2 jam, hari ini 8/11 tadi sekitar jam 1.00-2.00 wita mati juga 1 jam ….. alasan macam-macam

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara