Pangsa perdagangan Tiongkok-ASEAN dalam total perdagangan luar negeri ASEAN meningkat drastis, dari 11,5 persen pada 2010 menjadi hampir 20 persen pada 2023, mengungguli mitra dagang utama lainnya.
Bahkan, pada 2024, Tiongkok dan ASEAN berhasil mempertahankan posisi sebagai mitra dagang terbesar satu sama lain selama lima tahun berturut-turut.
“Tiongkok, dengan jumlah penduduknya yang sangat besar, adalah pasar yang luar biasa besar,” kata Adhi.
“Bagi Indonesia dan negara-negara lain, ini adalah peluang dan potensi yang sangat luar biasa. Kami berharap RCEP akan terus memungkinkan kerja sama yang lebih berkualitas dan saling menguntungkan,” tambahnya.
Kisah Gina dan antusiasme para pelaku usaha Indonesia di pameran ini adalah bukti nyata bagaimana RCEP bukan sekadar perjanjian di atas kertas, melainkan jembatan konkret menuju masa depan ekonomi yang lebih cerah bagi kawasan.
(sumber:xinhuanews)
