Bisnis dan Ekonomi

Melintasi Batas, Meraup Asa: Perusahaan Indonesia Bidik Timur Tiongkok Lewat RCEP

Melintasi Batas, Meraup Asa: Perusahaan Indonesia Bidik Timur Tiongkok Lewat RCEP
Foto yang diabadikan pada 28 Juni 2025 ini menunjukkan stan Indonesia dalam Pameran Impor Regional (Shandong) Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) keempat yang digelar di Kota Linyi, Provinsi Shandong, China timur. (Xinhua)

Jinan, BeritaManado.com – Sebuah ajang penting baru saja bergulir di Linyi, Provinsi Shandong, Tiongkok timur.

Pameran Impor Regional (Shandong) Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) keempat, yang diadakan pada 27-29 Juni, menjadi saksi antusiasme peserta pameran dari Indonesia.

Mereka datang dengan satu tujuan, yakni mempererat kerja sama perdagangan di bawah payung RCEP dan menangkap peluang emas di Tiongkok timur, bahkan utara.

Di antara hiruk pikuk pameran, sosok seorang pengusaha wanita Indonesia bernama Gina sukses mencuri perhatian.

Dengan kefasihannya berbahasa Mandarin, Gina memperkenalkan produk sarang burung walet edibel dari perusahaannya dengan penuh percaya diri dan kehangatan.

“Setiap produk kami punya kode pelacakan sendiri, seperti KTP,” jelas Gina. “Kode itu bisa menunjukkan tempat produksi, tanggal pembuatan, dan semua informasi terkait rantai pasokan.” Sebuah detail yang tentu saja sangat meyakinkan.

Perusahaan Gina bukanlah pemain baru di pasar Tiongkok.

Sudah lebih dari 10 tahun mereka mengekspor berbagai produk sarang burung, mulai dari yang kering, siap santap, hingga yang sudah direbus segar.

“Tiongkok adalah pasar ekspor utama kami, sekitar 70 persen dari pengiriman tahunan kami dikirim ke sini, dan volumenya terus naik setiap tahun,” ungkap Gina.

Ini adalah partisipasi perdana perusahaannya di Linyi, dan alasannya jelas karena ingin melebarkan sayap ke Tiongkok bagian utara.

Gina sangat optimis bahwa peningkatan standar hidup di Tiongkok, ditambah dengan semakin tingginya kesadaran akan kesehatan di kalangan konsumen, akan mendorong permintaan sarang burung berkualitas tinggi.

“Kami sangat yakin dengan prospek jangka panjang di pasar ini,” ujarnya mantap.

Pameran megah ini sendiri adalah buah kerja sama Pemerintah Kota Linyi dan Departemen Perdagangan Provinsi Shandong.

Selama tiga hari, pengunjung bisa menikmati 11 area ekshibisi dengan lebih dari 1.200 stan.

Tak kurang dari 300 pemasok internasional dan 5.000 lebih pembeli, baik dari dalam maupun luar negeri, turut meramaikan acara ini.

RCEP dan Jalinan Ekonomi yang Makin Kuat

RCEP, sebuah perjanjian perdagangan yang melibatkan 15 anggota, termasuk 10 negara ASEAN bersama dengan Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru, telah membuktikan perannya dalam mendorong integrasi ekonomi regional dan kerja sama perdagangan multilateral.

Data dari Bea Cukai Qingdao menunjukkan betapa pesatnya perkembangan ini.

Pada lima bulan pertama tahun 2025 saja, perdagangan antara Shandong dan Indonesia mencapai 38,89 miliar yuan (sekitar 5,35 miliar dolar AS), melonjak luar biasa sebesar 51,7 persen dibanding tahun sebelumnya.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara