
Tondano, BeritaManado.com – Krisis pangan global adalah sebuah ancaman yang nyata dan bukan sekedar informasi yang tidak terkonfirmasi oleh pihak-pihak berwenang.
Meski saat ini belum terlihat secara detai dan kasat mata apa dan bagaimana krisis pangan yang dimaksud, akan tetapi gejala-gejalanya sudah bisa dirasakan.
Terkait hal ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Dinas Pangan dan dinas terkait lainnya mulai mendorong masyarakat untuk mengambil langkah antisipasi.
Kepala Dinas Pangan Kabupaten Minahasa Maya Kainde, Kepada BeritaManado.com, Minggu (15/3/2026) mengatakan bahwa pihaknya terus mengikuti perkembangan isu krisis pangan global ini.
“Kami tidak melihat isu ini sebagai suatu ancaman yang masih jauh dari Minahasa. Namun demikian harus dilakukan antisipasi sedini mungkin, agar dampaknya dapat dihindari,” ungkap Maya Kainde.
Ditambahkannya, untuk mencegah dampak krisis pangan global ini, masyarakat dapat melakukan hal-hal sederhana namun berdampak besar.
“Manfaatkanlah lahan sekecil apapun untuk ditanami komoditi pangan atau yang dapat dikonsumsi sehari-hari. Bagi yang memiliki lahan cukup besar, dapat diatur sedemikian rupa untuk ditanami aneka komoditi pangan, agar selain bisa dikonsumsi sendiri, juga dapat dijual di pasar untuk kepentingan banyak orang,” katanya.
Diharapkannya, masyarakat Minahasa khususnya generasi muda agar tidak canggung untuk sedikit mengambil peran untuk menyikapi ancaman krisis pangan global ini.
“Bertani bukan pekerjaan hina. Setidaknya dengan bertani, kita dapat melakukan beberapa aktivitas bermanfaat, antara lain berolahraga dan tentu saja untuk memebuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
(Frangki Wullur)
