
Bitung, Beritamanado.com – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bitung, Maurits Mantiri mendatangi Polres Bitung, Senin (29/06/2020).
Kedatangan Maurits tidak sendiri, namun juga bersama puluhan kader PDI Perjuangan dan diterima Kapolres Bitung, AKBP FX Winardi Prabowo SIK di pintu masuk Ruangan SPKT.
Maurits menyatakan, kedatangan dirinya bersama kader PDI Perjuangan untuk melaporkan pembakaran bendera PDI Perjuangan yang dilakukan olah massa aksi pada tanggal 24 Juni 2020 bertempat di depan Gedung DPR/MPR RI Jakarta tanggal 24 Juni 2020.
“Kami datang untuk melaporkan aksi itu agar hal serupa tidak terjadi di Kota Bitung serta meminta aparat Kepolisian untuk mengusut para pelaku,” kata Maurits.
Ia menyatakan, aksi pembakaran bendera PDI Perjuangan melukai seluruh kader PDI Perjuangan dan serangan terhadap demokrasi, hukum dan pemerintahan Jokowi-KH Ma’ruf Amin.
“Aksi itu merupakan tindakan anarkis yang tidak boleh dibiarkan karena melukai demokrasi,” katanya.

Selain melapor, Maurits juga menyerahkan pernyataan sikap yang dituangkan dalam surat Nomor: 033/IN/DPC.21.13/VI/2020 berisi empat poin peryataan yakni;
Pertama, Peristiwa pembakaran bendera PDI Perjuangan serta isu komunias yang dilontarkan oleh massa aksi bukan hanya bentuk serangan terhadap PDI Perjuangan tetapi juga merupakan serangan terhadap demokrasi, hukum dan pemerintahan Jokowi-KH Ma’ruf Amin;
Kedua, Bahwa kejadian tersebut merupakan suatu bentuk anarkisme serta upaya dan keinginan untuk memecah belah persatuan bangsa yang tidak dapat dibenarkan;
Ketiga, Karena hal itu, kami meminta pihak kepolisian untuk bertindak tegas mengusut dan memberi sanksi hukum, kepada pelaku pembakaran bendera PDI Perjuangan, serta menangkap kelompok-kelompok yang menyebarkan isu kebencian yang ingin memecah belah persatuan bangsa;
Keempat, Meminta kepada pihak kepolisian di Kota Bitung untuk melakukan upaya preventif agar kejadian serupa tidak terjadi dikemudian hari khususnya di wilayah Kota Bitung.
Ikut juga mendampingi Maurits, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bitung, Aldo Nova Ratungalo serta Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Geraldi Mantiri dan sejumlah kader lainnya.
(abinenobm)
