Manado – Sebagai ibukota provinsi, kota Manado tak luput dari permasalahan. DPRD sebagai lembaga penyalur aspirasi rakyat dituntut mampu menerjemahkan kepentingan rakyat.
Namun bagaimana jadinya jika kantor DPRD lebih sering tidak berpenghuni, bagaimana rakyat bisa menyalurkan aspirasi mereka.
Kondisi tersebut juga sering terlihat di kantor DPRD Kota Manado. Pantauan beritamanado.com, selama ini dari 40 anggota DPRD hanya separuh yang aktif masuk kantor.
“Saya kecewa karena ketika masuk ke semua ruangan komisi saya tak menjumpai satupun anggota DPRD,” tutur seorang warga mengaku bernama Iswan ketika mengunjungi DPRD Manado, Senin (6/3/2017) pagi.
Warga Kecamatan Tuminting ini berharap anggota DPRD lebih peka terhadap berbagai permasalahan kota. “Tapi bagaimana mereka tahu, sedangkan hadir di dewan saja sangat minim,” tegas Iswan. (YohanesTumengkol)
