
Bitung, BeritaManado.com – Jajaran Pemkot Bitung langsung menindaklanjuti permintaan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyiapkan master plan Kota Cerdas (smart city).
Kemkominfo menunjuk Kota Bitung sebagai salah satu kota di Indonesia yang masuk dalam Program Gerakan Menuju Smart City 2022.
Menurut Ketua Tim Teknis Bitung Kota Digital, Ir Rudy Theno ST MT, permintaan Kemkominfo untuk menyiapkan master plan smart city bukanlah hal yang sulit.
Menurutnya, master plan sudah ada mengingat visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri-Hengky Honandar adalah kota digital/smart city.
“Tinggal dilakukan penyesuaian saja. Mungkin ada yang perlu ditambah atau dikurangi mengikuti program dari Kemkominfo,” kata Rudy, Minggu (09/01/2022).
Tidak hanya itu, menurut Kepala Dinas PUPR ini, Kota Bitung sudah mempersiapkan tahun lalu soal smart city.
Buktinya, kata mantan Plt Kepala Dinas Kominfo ini, tahun 2021, kembali dibentuk Dewan Bitung Kota Digital dan Tim Teknis Bitung Kota Digital yang bertugas mendorong percepatan Kota Bitung menjadi kota digital.
“Smart City itu bukan berarti membeli teknologi, komputer atau aplikasi, melainkan melayani masyarakat dengan lebih baik. Fokusnya adalah bagaimana kita mengubah proses bisnis dan tata cara pemerintah daerah dalam melayani. Sedangkan jaringan, teknologi, aplikasi itu hanya enabler atau pendukung,” jelasnya.
Rudy mencontohkan, salah satu keunggulan dari kota digital adalah mendorong agar masyarakat tidak lagi mengunakan uang tunai atau cashless.
“Sedangkan soal teknologi apa yang ingin dipakai, Pemkot harus punya keberanian mendorong dunia usaha dan masyarakat untuk menggunakan teknologi-teknologi seperti QR code, e-banking, dan e-wallet,’ dalam setiap transaksinya,” katanya.
Sementara itu, ada enam hal yang harus dilakukan untuk mensukseskan program smart city, yakni;
- Branding desa: Mengembangkan brand desa sebagai motivasi dengan menciptakan potensi lokal berkelas global;
- Hunian sehat: Terwujudnya hunian yang sehat untuk menghasilkan keluarga yang bahagia, sehat, dan cerdas;
- Lingkungan sehat: Membangun tata lingkungan desa dan kawasan yang cerdas dan dikelola dengan baik dalam harmoni, merubah bencana menjadi manfaat;
- Pemerintah desa cerdas: Membangun sistem penyelenggara administrasi pemerintahan yang cerdas;
- Masyarakat cerdas: Pengembangan tata kemasyarakatan yang harmonis, cerdas, guyub, bahagia; dan
- Ekonomi cerdas: Tata ekonomi masyarakat desa yang tangguh, cerdas, dan sejahtera. Mengembangkan tatanan ekonomi yang kemasyarakat dan badan usaha yang tangguh
(***/abinenobm)
