Kota Manado

Massa Gabungan Serukan Pemerintah Untuk Jalankan Reforma Agraria Sejati

Massa Gabungan Serukan Pemerintah Untuk Jalankan Reforma Agraria Sejati
Aksi Damai Dalam Rangka Memperingati Hari Agraria Nasional

Manado, BeritaManado.com – Sejumlah elemen masyarakat memperingati peringatan Hari Agraria Nasional Tahun 2018 dengan turun ke jalan menyuarakan aspirasi mereka pada Senin (24/9/2018) di sejumlah titik.

Aksi damai dalam rangka memperingati Hari agraria nasional tahunl ini dipelopori oleh YLBHI-LBH Manado, WALHI Sulut, dan KMPA Tunas Hijau.

Bersama dengan masyarakat Desa Tiberias Bolaang Mongondow, warga Kampung Bobo Tuminting, warga Desa Tiwoho Likupang, dan beberapa desa lainnya bersatu menyuarakan persoalan-persoalan agraria yang dinilai tidak berkeadilan.

Wakil Direktur YLBHI-LBH Manado, Aryati Rahman menyerukan bahwa hari agraria, hari tani seharusnya dirayakan rakyat dengan suka cita.

“Ketika pemerintah sibuk berkoar-koar tentang capaian sertifikasi tanah dan Perhutanan Sosial, ada 337 KK warga Kampung Bobo di Tuminting kota manado digusur sejak 2015 sampai kini nasib mereka tanpa kejelasan,” kata Aryati Rahman.

Belum lagi diungkapnya bahwa ada 2.000 rakyat Desa Tiberias Bolaang Mongondow yang sampai hari ini masih berjuang mempertahankan tanah mereka dari perampasan perusahan besar yang di back up pemerintah.

“Konflik Lahan di desa paputungan Likupang Barat dan 150 warga Desa Tiwoho Likupang, serta konflik lahan Desa Kalawiran, Reklamasi besar-besaran dan massive di Sulawesi Utara pun menjadi penyebab terampasnya hak kelola rakyat Nelayan,” beber Aryati Rahman mengangkat persoalan agraria yang ada di Sulut.

Massa gabungan tersebut menyikapi hal tersebut dengan menyuarakan aspirasi dan menuntut beberapa hal diantaranya:

1. Pemerintah Segera selesaikan konflik-konflik agraria struktural yang diakibatkan pemberian izin/keputusan pemerintah dengan cara membatalkan izin/keputusan tersebut dan meredistribusikan lahan kepada masyarakat korban.

2. Masyarakat aksi menyerukan untuk menolak pelaksanaan Reforma Agraria yang dibiayai dari hutang Bank Dunia.

3. Menuntut pemerintah menarik militer dan polisi dari lahan konflik agraria yang ada di Sulut.

4. Menghentikan kriminalisasi petani/masyarakat adat/masyarakat lokal yang tengah berjuang menuntut haknya atau yang sedang menggarap lahan hutan untuk kehidupannya

5. Memberikan pemulihan kepada masyarakat yang terampas hak-haknya dalam bentuk grasi, amnesti, abolisi, kompensasi, dan rehabilitasi;

6. Menuntut pemerintah melaksanakan Reforma Agraria sejati

7. Menyerukan kepada kaum tani untuk bersikap kritis dan mengkonsolidaslkan diri mendongkrak Reforma Agraria Sejati.

8. Pembangunan yang merusak lingkungan dan Melanggar HAM

9. Hentikan Reklamasi .kembalikan wilayah kelola rakyat

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara